Beri Semangat Korban Banjir Sumut, Prabowo Datang ke Pengungsian Saat Tahun Baru 2026: Kita Bersama
January 01, 2026 07:51 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto memilih menghabiskan malam pergantian tahun di tengah para warga terdampak banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026).

Kehadirannya di pengungsian menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana.

Di hadapan para pengungsi, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab memberikan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal.

Baca juga: Pengakuan Jujur Menkeu Purbaya, Tak Bisa Tidur saat Malam Tahun Baru, Pusing Pantau Arus Uang Negara

"Saya turut bela sungkawa kepada mereka-mereka yang kehilangan keluarganya.

Kita akan mengurus saudara sebaik-baiknya, kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang, yang rusak, kita bantu," ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan rakyat dalam situasi sulit. "Percayalah bahwa pemimpin-pemimpin mu, bahwa presiden mu tidak akan pernah meninggalkan kalian, kita akan bersama," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa proses pemulihan pascabencana di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan positif.

Ia menerima laporan bahwa seluruh desa yang sebelumnya terisolasi kini sudah kembali terhubung.

"Saya bersyukur dalam satu bulan ini walaupun masih banyak tantangan tapi cukup banyak kemajuan dan keberhasilan kita.

MALAM PERGANTIAN TAHUN - Momen Presiden Prabowo Subianto saat menghabiskan malam pergantian tahun bersama pengungsi banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026). Prabowo menegaskan tekad pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak akibat banjir. ((Ho/Campus League)/Instagram @presidenrepublikindonesia)

Di Tapanuli Selatan ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus yang terisolasi," tuturnya.

Selain itu, Prabowo turut menyoroti percepatan pembangunan jembatan darurat yang menurutnya berjalan jauh lebih cepat dari biasanya.

"Saya tadi periksa jembatan yang dibangun dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan sepuluh hari," ucapnya.

Menutup kunjungan, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bekerja menangani bencana, mulai dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga masyarakat yang terlibat.

"Saya minta semua lembaga bekerja terus siang malam. Terima kasih para petugas TNI, polisi, BNPB, PU, semua yang bekerja," tandasnya.

Santunan

Hingga akhir Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Sumatera tercatat mencapai 1.154 jiwa.

Pemerintah memastikan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat akan dicairkan setelah proses verifikasi data ahli waris selesai. 

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah menyiapkan santunan sebesar Rp 15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp 5 juta untuk korban luka berat.

Penyaluran dilakukan secara bertahap setelah seluruh data dinyatakan valid.

"Kita akan pastikan semua yang meninggal akan mendapatkan santunan. Yang luka-luka berat juga mendapatkan santunan sebesar 5 juta rupiah," kata Gus Ipul saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.