Termasuk Pantun, Ini 6 Pesan Pramono Anung untuk Warga Jakarta di Momen Tahun Baru 2026
January 01, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pantun digunakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di awal dan penutup sambutannya saat menghadiri perayaan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025) malam.

Pram hadir bersama sang istri. Begitu juga Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dan Sekda DKI Jakarta, Uus Kuswanto yang turut hadir bersama para pasangannya.

"Di akhir tahun menutup lembaran lama, Sambut lembaran baru dengan penuh asa, 

Di malam tahun baru Jakarta panjatkan doa bersama, Untuk kepulihan Saudara kita di Aceh dan Sumatera," ucap Pram dalam pantun pembukanya.

From Jakarta With Love

Pramono mengatakan, dirinya bersama Bang Doel bahagia dapat berkumpul bersama warga Jakarta pada malam Tahun Baru.

Disampaikannya, perayaan malam pergantian tahun mengusung tema besar “Jakarta Global City: From Jakarta with Love”.

"Jakarta ingin menyampaikan pesan cinta, kepedulian, dan kebersamaan; bukan hanya untuk warganya, tetapi juga bagi sesama anak bangsa.

Pesan Rangkul Keragaman, Rawat Harapan menjadi pengingat bahwa kekuatan Jakarta tumbuh dari keberagaman yang dirawat bersama," ujar Pramono.

Berdiri Bersama Korban Bencana

Pramono mengatakan, di malam pergantian menuju Tahun 2026, Jakarta berdiri bersama para korban bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

"Dari Jakarta, kita kirimkan empati, doa, dan harapan bagi mereka semua," kata Pramono.

Tanpa Kembang Api

Karena itulah, ujar Pramono, Pemprov DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api pada malam pergantian tahun ini.

"Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepekaan dan penghormatan, agar pergantian tahun dimaknai dengan kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan," ujarnya.

Doa Lintas Agama

Sebagai gantinya, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta diisi dengan doa lintas agama.

"Pada malam ini, kita telah memaknai pergantian tahun dengan berdoa bersama lintas agama. 

Dari Jakarta, doa-doa kita kumandangkan dan munajat kita panjatkan, memohon keselamatan, kedamaian, dan kekuatan, bukan hanya bagi kota ini, tetapi juga bagi saudara-saudari kita di berbagai wilayah Indonesia yang tengah menghadapi musibah," tutur Pramono.

Semangat Jaga Jakarta

Tak lupa, Pramono juga menyampaikan tujuan Jakarta menuju kota global.

Menurutnya, kemajuan bukan hanya soal gedung tinggi atau pertumbuhan ekonomi.

Terlebih, dalam 538 hari ke depan, Jakarta akan memasuki usia lima abad.

"Perjalanan panjang itu mengajarkan kita bahwa Jakarta dirawat bersama. Melalui semangat JagaJakarta, kami mengajak seluruh warga untuk terus berkolaborasi, saling menjaga, dan terlibat aktif dalam membangun kota yang kita cintai ini," papar Pramono.

"Pada malam yang penuh makna ini, mari kita tunjukkan wajah Jakarta, kota yang bukan hanya dikenal dengan kemajuan kotanya, tetapi karena warganya yang peduli, saling menguatkan, dan

selalu hadir bagi sesama," sambung dia.

Buka Donasi

Pramono pun menyampaikan terima kasih kepada partisipasi warga yang turut berdonasi untuk para korban bencana melalui scan qr yang disediakan di sejumlah titik perayaan tahun baru di Jakarta.

Data sementara sampai pukul 00.00 WIB, sudah lebih dari Rp 3 miliar donasi yang terkumpul dan nantinya akan disalurkan kepada para korban bencana.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta atas kepedulian dan bantuan nyata yang telah diberikan, sebagaimana dapat kita saksikan pada layar malam ini," ujar Pramono.

Pramono kemudian kembali melantunkan pantun saat menutup sambutannya.

"Di penutup tahun banyak acara seru, Kemeriahan menyapa penjuru kota.

Di Bundaran HI kita sambut tahun baru, Eratkan kebersamaan untuk kemajuan Jakarta," ucap Pramono.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.