Injil Katolik Misa Jumat 2 Januari 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan
January 01, 2026 12:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik misa Jumat 2 Januari 2026.

Injil Katolik misa hari Jumat lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik.

Hari Jumat Perayaan wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze. 

Perayaan wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Jumat: 1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28 dan BcO Kid 4:1-5:1.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 2 Januari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama:


1Yoh 2:22    Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

1Yoh 2:23    Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

1Yoh 2:24    Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.

1Yoh 2:25    Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

1Yoh 2:26    Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.

1Yoh 2:27    Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu?dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta?dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

1Yoh 2:28    Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Mazmur Tanggapan:


Mzm 98:1    Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

Mzm 98:2    TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

Mzm 98:3    Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Mzm 98:3    Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Mzm 98:4    Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Injil Katolik:


Yoh 1:19    Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"

Yoh 1:20    Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."

Yoh 1:21    Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"

Yoh 1:22    Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"

Yoh 1:23    Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Yoh 1:24    Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

Yoh 1:25    Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"

Yoh 1:26    Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,

Yoh 1:27    yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

Yoh 1:28    Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Renungan Harian Katolik

Yohanes Pembaptis adalah teladan kejujuran dan kerendahan hati. Di tengah kehebatannya, ia tetap setia pada pilihannya sebagai "suara yang berseru-seru di padang gurun" untuk meluruskan jalan bagi kedatangan Mesias. Yohanes memegang teguh prinsip kerendahan hati dan kejujuran bahkan ketika banyak orang memujinya lantaran karya-karya baik yang sudah dilakukannya.

Karena semua karya baiknya itu, dia layak mendapat penghargaan sebagai mesias, Elia atau pun nabi yang dinantikan. Akan tetapi, Yohanes menolak semua bentuk penghargaan dan pengakuan itu. Dengan rendah hati dan jujur, ia tetap mengakui dirinya hanya sebagai penyedia jalan bagi Tuhan dan ia pun tidak mudah terjebak dalam pujian-pujian manusia.

Kesaksian Yohanes Pembaptis sebagai pribadi yang rendah hati dan jujur begitu mendesak untuk diteladani di tengah kecenderungan kita yang selalu "butuh validasi", selalu mau menjadi pusat perhatian, dan yang selalu mengharapkan pujian serta pengakuan yang lebih dari orang lain. Maka, dengan kesaksian Yohanes ini, semoga kita selalu rendah hati dan tetap fokus pada misi untuk mewartakan Yesus, dan bukan mewartakan kehebatan diri sendiri.

Tuhan, ingatkanlah kami selalu untuk menjadi pribadi yang rendah hati dan jujur dalam menyalurkan kasih-Mu. Amin. . (Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.