Aktivitas Burni Telong Naik Level Siaga, 2.500 Warga Bener Meriah Mengungsi
January 01, 2026 11:44 AM

 

PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE - Pasca status gunung Burni Telong naik ke level siaga, warga di Kabupaten Bener Meriah dievakuasi ke tempat pengungsian.

Warga sudah siap-siap mengungsi ketika aktivitas gempa semakin meningkat.

Sebanyak 2.500 warga Kabupaten Bener Meriah terpaksa mengungsi setelah aktivitas Gunung Burni Telong meningkat ke level III atau status siaga.

Kondisi ini menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, terutama setelah terjadi rangkaian gempa yang mengguncang kawasan tersebut.

Bupati Bener Meriah, Tagore Abu Bakar, menyampaikan hal ini saat mendampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto, yang meninjau langsung lokasi pengungsian di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, pada Rabu (31/12/2025).

Menurut Tagore, para pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain Rongka, Simpang Balik, dan Lampahan. Mereka mulai mengungsi sejak dini hari setelah gempa terasa cukup kuat.

Baca juga: Tiga Kecamatan, 23 Kampung di Bener Meriah Ini Masuk dalam Risiko Tinggi Bencana Gunung Burni Telong

Kepanikan Warga Meluas

Tagore menjelaskan, seharusnya warga yang dievakuasi hanya berasal dari dua desa, yakni Pantan Pediangen dan Rembune.

Namun, kepanikan meluas hingga ke desa lain seperti Bandar Lampahan dan Damaran.

Warga di desa tersebut ikut mengungsi karena khawatir akan dampak aktivitas Burni Telong.

“Alhamdulillah, hari ini Kepala BNPB turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban terdampak gempa.

Pemerintah hadir begitu cepat, dan kita berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah berada di tengah-tengah korban bencana,” ujar Tagore.

Dalam kunjungannya, Letjen TNI Suharyanto mendengarkan aspirasi serta keluhan masyarakat di tenda pengungsian.

Ia juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk menopang kehidupan para pengungsi.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 16 kali gempa terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. 

Meski demikian, intensitas gempa mulai menurun pada siang harinya.

“Informasi ini sudah kita sampaikan kepada masyarakat pengungsi, bahwa status Gunung Burni Telong berada di level III Siaga,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, kondisi ini tidak akan bertahan selamanya dan berharap status gunung dapat segera menurun ke level II sehingga masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing.

Suharyanto berpesan agar seluruh pihak memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, mengingat situasi bencana di Aceh saat ini juga diperparah oleh banjir besar dan longsor.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi agar warga tidak semakin panik.

Baca juga: Sakit Hati Disebut Pencuri, Pria di Peureulak Barat Bacok Warga hingga Meninggal

Kesaksian Warga

Seorang warga Desa Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Juniar, menceritakan pengalaman saat gempa terjadi. 

Ia bersama keluarga berhamburan keluar rumah karena khawatir bangunan runtuh.

“Kami syok dan panik, sampai tidur di halaman rumah awalnya.

Biasanya memang sering gempa, tapi tidak separah malam ini,” ungkapnya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, aparatur desa mengimbau warga untuk sementara waktu berlindung di tenda pengungsian. 

Menjelang tengah malam, seluruh penduduk di kawasan Burni Telong akhirnya memutuskan mengungsi ke tiga titik yang telah disiapkan.

Juniar menambahkan, meski ingin pulang, warga masih diliputi rasa takut akan kemungkinan munculnya debu vulkanik atau racun dari aktivitas gunung.

“Kami di pengungsian membutuhkan selimut karena dingin, sembako, pampers, serta obat-obatan,” katanya.

(SerambiNews.com/Saiful Bahri)

Baca juga: Status Gunung Burni Telong Naik ke Level Waspada, Warga Diminta tak Panik

Baca juga: Senyum Atalia Praratya saat Hadiri Sidang Cerai, Sepakat Berpisah Baik-Baik dengan Ridwan Kamil

Baca juga: Gunung Berapi yang Sudah Padam Bisakah Aktif Kembali? Ini Penjelasannya

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.