TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perayaan malam pergantian tahun baru 2026 di Kota Denpasar diwarnai oleh serangkaian peristiwa kecelakaan lalu lintas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mencatat setidaknya delapan kejadian kecelakaan yang terjadi mulai dari malam tanggal 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026.
Dari kecelakaan tersebut, 11 orang menjadi korban dan sebagian besar dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan data yang dihimpun, rentetan kecelakaan ini terjadi di berbagai titik rawan, dengan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Hayam Wuruk menjadi lokasi yang paling banyak menjadi lokasi kecelakaan.
Baca juga: Tren Kejahatan di Gianyar Bali Naik 15 Persen, Termasuk Kecelakaan Sebanyak 1.177 Kejadian
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, mengonfirmasi pihaknya menerjunkan timnya secara maksimal dalam merespons laporan warga sepanjang malam pergantian tahun.
Tim medis yang terdiri dari ambulans PMI Kota Denpasar dan Damakesmas dikerahkan secara maraton ke berbagai lokasi.
"Sejak pukul 22.00 WITA tanggal 31 Desember, hingga pukul 04.30 WITA tanggal 1 Januari, tim kami terus bergerak. Sebagian besar kecelakaan yang kami tangani melibatkan korban yang berada di bawah pengaruh alkohol," ujar Joni Ariwibawa, Senin 1 Januari 2025.
Insiden pertama yang ditangani saat perayaan malam Tahun Baru terjadi Rabu 31 Desember pukul 22.09 WITA di Jalan Imam Bonjol, Gg Banteng.
Seorang perempuan berinisial PEN (19) harus dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah akibat nyeri pada perut dan bahu.
Tak berselang lama, pada pukul 22.40 WITA di kawasan Pemecutan (Jalan Imam Bonjol), kecelakaan kembali terjadi melibatkan dua korban muda, A (22) dan A (21), yang mengalami luka-luka namun menolak dirujuk.
Selanjutnya pukul 22.45 WITA di Jalan Himalaya, seorang pria tanpa identitas (Mr. X) ditemukan tidak sadarkan diri dengan bau alkohol yang menyengat.
Korban segera dilarikan ke RS Wangaya Denpasar.
Memasuki pergantian tahun pada Kamis 1 Januari 2026, kecelakaan terjadi pukul 00.15 WITA, yang melibatkan tiga orang sekaligus terjadi di Jalan Hayam Wuruk.
Salah satu korban, PS (17), terindikasi dalam pengaruh alkohol.
Beruntung, ketiga korban hanya mengalami luka ringan dan dapat ditangani di lokasi.
Kemudian pukul 00.58 WITA, kecelakaan terjadi di Jalan Pulau Bungin.
Seorang pemuda asal NTT berinisial KA (23) ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di tengah jalan dengan luka robek di leher dan muntah-muntah.
Petugas segera memasang collar neck, memberikan oksigen, dan melarikan korban ke RSUP Prof Ngoerah.
Faktor alkohol kembali menjadi pemicu pada kecelakaan pukul 01.05 WITA di depan RRI, Jalan Hayam Wuruk.
Korban pria berinisial S (32) yang dalam kondisi mabuk mengalami luka robek di pipi dan harus dirujuk ke rumah sakit.
Menjelang subuh, tepatnya pukul 04.30 WITA, kecelakaan terjadi di Jalan Imam Bonjol (TL Gunung Soputan).
Seorang remaja berinisial AYP (18) ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka robek pada pelipis dan lecet di wajah.
"Korban AYP saat ditemukan juga dalam pengaruh alkohol. Tim melakukan pengecekan tanda-tanda vital (TTV), penanganan luka, dan langsung merujuk korban ke IGD RSUP Prof Ngoerah," paparnya. (*)