Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Terjadi kecelakaan maut di Tulungagung, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Raya Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 19.35 WIB.
Seorang pengendara sepeda motor Honda CBR nopol AG 2156 RFU, GAC (19) meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Pemuda asal Desa Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, ini terlibat kecelakaan lalu lintas dengan pengendara sepeda motor Honda Beat nopol AG 5308 REA, kemudian tertabrak mobil Honda Mobilio nopol AG 1421 RS.
“Jadi ada 3 kendaraan yang terlibat kecelakaan, 2 sepeda motor dan sebuah mobil,” jelas Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, Kamis (1/1/2026).
Lanjut Taufik, awalnya GAC melaju dengan sepeda motor warna hitam itu dari arah timur ke barat.
Di depannya melaju Honda Beat yang dikemudikan MAN (16), remaja putri asal Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, yang memboncengkan ibunya, Wr (54).
“Saat itu pengemudi Honda CBR ini akan mendahului Honda Beat. Namun saat dua motor ini posisi sejajar, terjadi senggolan,” ungkapnya.
Karena senggolan ini, Honda CBR yang dikemudikan GAC terpental ke arah kanan, masuk lajur berlawanan.
Di saat bersamaan, dari arah barat melaju Honda Mobilio yang dikemudikan EW (47), warga Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
Seketika terjadi benturan antara sepeda motor yang dikemudikan korban dan mobil warna putih itu.
Baca juga: Pria di Jombang Tewas Terserempet Kereta Api Turangga di Perak
“Korban GAC mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” sambung Taufik.
Honda Beat yang terlibat senggolan dengan korban juga terjatuh.
Namun MAN dan Wr hanya mengalami luka ringan, kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kami telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengumpulkan barang bukti serta keterangan para saksi di lapangan,” ucap Taufik.
Kasus kecelakaan lalu lintas ini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan status para pihak yang terlibat.
Taufik mengingatkan pengendara agar selalu berhati-hati saat akan mendahului kendaraan lain.
“Pastikan situasi aman dari arah depan dan belakang. Selalu jaga kecepatan, jangan ngebut apalagi jalannya ramai,” pungkasnya.