KOTAMOBAGU, TRIBUN - Kebakaran terjadi Kamis (1/1/2026) Pukul 07.45 Wita di Lorong Osion, Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Satu unit kios atau warung terbakar. Kios tersebut milik Sandi Nedelan.
Tim pemadam kebakaran dari Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kotamobagu merespon cepat laporan kejadian kebakaran tersebut.
“Kami menerima laporan ada kebakaran pada Pukul 07.45 Wita dan tim tiba di lokasi kebakaran pada Pukul 07.47 Wita. Di lokasi anggota langsung melakukan pemadaman. Tim dibantu oleh masyarakat sekitar. Api dapat dipadamkan 5 menit kemudian,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kotamobagu, Erwin Sugeha.
Lanjut Erwin, penyebab kebakaran diketahui karena korsleting listrik. “Menurut keterangan warga, api terlihat dari bagian dalam warung yang belum di buka atau belum ada aktivitas jual beli. Info sementara kebakaran disebabkan karena korsleting listrik,” ujar dia.
Tiga unit truk damkar diturunkan pada pemadaman kali ini dengan 13 personel. “Kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp. 7 Juta,” ujar Erwin.
Jarak kantor Dinas Pemadam Kebakaran dengan lokasi kejadian adalah 800 meter. Saat ini Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kotamobagu berada di depan Masjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu. Tepatnya di eks kantor Polres Kotamobagu yang sebelumnya juga adalah eks Kampus UDK.
Kasus Kebakaran 2025
Tercatat di Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kotamobagu, Sulawesi Utara ada 23 kebakaran terjadi sepanjang tahun 2025.
Objek terdampak ada bangunan rumah, warung atau kios, hingga kendaraan.
Berikut rincian data per bulan
Kejadian kebakaran besar yang terjadi di Kotamobagu salah satunya pada Kamis, 21 Agustus 2025. Terjadi di Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Pada kejadian kebakaran tersebut ada 22 bangunan rumah warga terbakar dan menyebabkan kerugian besar bagi warga yang terdampak.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kotamobagu, Erwin Sugeha, mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi kebakaran.
"Kalau ada potensi bencana kebakaran, langsung laporkan ke Damkar lewat aplikasi Siap Tertib," ujar dia.
Erwin juga menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya.
"Damkar juga melakukan pertolongan evakuasi non kebakaran yang membahayakan jiwa manusia," ucapnya. (dik)