BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat sejumlah daerah merayakan pergantian tahun dengan pesta kembang api, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, memilih cara berbeda menyambut Tahun Baru 2026. Ribuan masyarakat berkumpul di Alun-alun Kota Toboali untuk mengikuti doa bersama lintas agama yang dirangkai dengan aksi penggalangan dana bagi korban bencana alam di Pulau Sumatera, Kamis (1/1/2026) dini hari.
Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid serta Debby Vita Dewi termasuk jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) turun langsung menyapa masyarakat. Dalam momentum itu mereka turut membawa kardus bekas minuman yang bertuliskan donasi untuk bencana Sumatera. Satu per satu jajaran Forkopimda menyapa masyarakat yang bersedia memberikan donasinya untuk disalurkan ke beberapa provinsi yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan, penggalangan dana tersebut bukanlah kegiatan yang berlangsung dalam satu malam saja, melainkan rangkaian aksi kemanusiaan yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Donasi berasal dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum. Bahkan untuk tahap awal telah berhasil didonasikan uang tunai senilai Rp234.635.000.
“Untuk tahap awal, kita sudah berhasil mengumpulkan Rp234.635.000 dan itu sudah kita salurkan,” kata Riza Herdavid kepada Bangkapos.com, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya penyaluran dana tahap pertama dilakukan melalui Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Riza Herdavid menegaskan, proses penyaluran dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukti transfer dan mekanisme distribusi bantuan telah disiapkan sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik. Memasuki tahap kedua, penggalangan dana kembali dilakukan dengan kemasan yang berbeda.
Kali ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan malam puncak pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Alun-alun Kota Toboali. Ia mengapresiasi konsep kegiatan yang digagas IJTI Bangka Selatan. Menurutnya, penggalangan dana yang dikemas dengan doa bersama lintas agama memberikan pesan kuat tentang persatuan, toleransi, dan kemanusiaan.
“Saya sangat mengapresiasi kemasan yang dibuat oleh teman-teman IJTI Bangka Selatan. Diawali dengan doa bersama seluruh lintas agama yang ada di Bangka Selatan, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan donasi dari masyarakat,” ujar Bupati.
Doa bersama lintas agama tersebut melibatkan para tokoh agama dari berbagai keyakinan yang ada di Bangka Selatan. Momentum ini menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal sekat agama, suku, maupun golongan, terlebih dalam situasi bencana. Setelah doa bersama, masyarakat yang hadir diajak untuk kembali berdonasi secara sukarela.
Donasi yang terkumpul pada tahap kedua ini rencananya akan kembali disalurkan kepada para korban bencana alam di wilayah Sumatera yang membutuhkan bantuan. Ihwal mekanisme penyaluran dana tahap kedua, Bupati Bangka Selatan menyebutkan pihaknya masih akan melakukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan serta melalui jalur yang tepat.
“Prinsipnya, penyaluran bantuan harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain menyoroti aspek kemanusiaan, Riza Herdavid juga memanfaatkan momentum pergantian tahun untuk menyampaikan harapan dan refleksi bagi Bangka Selatan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda menjadikan tahun 2025 sebagai bahan evaluasi, sekaligus menatap 2026 dengan semangat perbaikan. Ia memiliki harapan besar pemerintah daerah di tahun 2026, yakni meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bangka Selatan. Sinergi antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.
“Harapan kami Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan di tahun 2026 adalah bagaimana rakyat Bangka Selatan bisa jauh lebih sejahtera dibandingkan tahun 2025,” ucap Riza. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)