Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Momen libur awal tahun 2026 di Kota Mataram tetap menjadi peluang ekonomi yang menggiurkan bagi para pedagang, termasuk pedagang durian yang ada di Kota Tua Ampenan, Kamis (1/1/2026).
Meskipun pada momen akhir tahun 2025 dan memasuki awal tahun 2026 ini pemerintah Kota Mataram tidak menggelar hiburan resmi, namun kerumunan warga yang berkumpul secara mandiri di berbagai sudut kota, utamanya yang hendak berlibur menikmati liburan di awal tahun menjadi target utama para pedagang dalam meraup keuntungan.
Satu diantara pedagang durian di Kota Tua Ampenan, Yati yang telah berjualan selama satu tahun tanpa libur ini menyebutkan bahwa momen tahun baru selalu menjadi daya tarik bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Pelanggannya tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga mencakup pembeli dari Bima, Dompu, hingga Sumbawa. Durian yang ia jual didatangkan langsung dari wilayah Lombok Utara.
Untuk menghadapi keramaian di momen liburan awal tahun 2026 ini, Yati bahkan telah menambah stok dagangannya secara signifikan.
Jika pada hari biasa ia hanya menyediakan sekitar 55 buah durian, khusus untuk menyambut liburan awal tahun dirinya menyetok hingga 150 buah. Tak hanya durian, stok rambutan pun ditambah dari biasanya 30 kilogram menjadi 50 kilogram.
“Banyak kita beli, kan hampir 200 (buah), ada 150 (buah) sehari itu,” ujar Ibu Yati saat menjelaskan persiapannya menambah pasokan buah.
Baca juga: Pedagang Durian di Jalan Wisata Sembalun Lombok Timur Raup Omzet Satu Juta Rupiah Per Hari
Mengenai harga, Yati mematok harga yang bervariasi tergantung jenis dan ukuran. Untuk durian lokal, ia menjual dengan sistem per biji seharga Rp150.000 untuk ukuran besar, sementara untuk durian jenis kane atau montong dijual dengan sistem timbangan seharga Rp85.000 per kilogram.
Selain durian, ia juga menyediakan rambutan dengan harga Rp30.000 per kilogram.
Yati optimis dagangannya akan laku keras karena pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan tempatnya berjualan memang selalu ramai orang saat liburan awal tahun.
Ia biasanya berjualan dari pagi hingga jam 12 malam, Dengan omzet harian biasa yang bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta, ia berharap momen tahun baru ini bisa memberikan keuntungan yang lebih besar lagi.
“Harapannya pun ramai orang belanja sudah. Iya biar dapat untung banyak kan,” ungkapnya penuh harap.
Meskipun tidak ada acara hiburan formal dari pemerintah, aktivitas ekonomi mandiri seperti yang dilakukan Yati menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat untuk berkumpul sambil menikmati santapan tetap tinggi pada momen liburan awal tahun 2026 ini.
(*)