TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pemkab Klaten memilih konsep perayaan malam tahun baru 2026 tanpa kembang api, menggantinya dengan pentas musik dan kebersamaan ribuan warga di Alun-alun Klaten.
Perayaan malam pergantian tahun 2026 di Klaten berlangsung berbeda. Tak ada dentuman kembang api yang menghiasi langit. Sebagai gantinya, Alun-alun Klaten dipenuhi suara musik, terompet, dan sorak ribuan warga.
Pentas Musik Akhir Tahun 2025 menjadi pusat perayaan. Sejak malam, masyarakat memadati area panggung utama.
Dari sudut kerumunan, penonton tampak berdiri rapat, sebagian mengenakan jaket dan hoodie, menahan dingin malam sambil menikmati alunan musik.
Musisi nasional seperti Funky Kopral dan Bondan Prakoso & Fade2Black tampil bergantian. Visual panggung didominasi permainan cahaya merah dan hijau, berpadu layar LED raksasa yang menyajikan grafis dinamis.
Momen kebersamaan terlihat saat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto turun langsung ke panggung.
Bersama Funky Kopral, keduanya membawakan lagu Mawarku, lalu berlanjut dengan Bondan Prakoso & Fade2Black menyanyikan Tetap Semangat dan Ya Sudahlah.
Baca juga: Imbauan Tahun Baru 2026, Pemkab Klaten Larang Kembang Api dan Petasan
Ribuan penonton ikut bernyanyi. Dari sudut depan barikade, ekspresi warga tampak larut, sebagian mengangkat tangan, sebagian lain merekam momen dengan ponsel.
Menjelang tengah malam, hitung mundur pergantian tahun dilakukan tanpa pesta kembang api. Denting terompet dan confetti popper menjadi penanda datangnya tahun 2026.
Meski sederhana, perayaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan, menutup tahun 2025 dengan nuansa hiburan, doa, dan solidaritas sosial. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)