97 KK Asal Kampung Umang Linge Aceh Tengah Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian
January 01, 2026 05:48 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Sebanyak 97 Kepala Keluarga (KK) asal Kampung Umang, Kecamatan Linge, Aceh Tengah masih bertahan di lokasi pengungsian Simpang Gelampang, Kampung Uning, Kamis (1/1/2026), setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah tersebut.

Para pengungsi menempati hunian darurat yang dibangun secara mandiri. 

Hunian umumnya berupa terpal berukuran sekitar 3 x 2 meter, beralaskan tikar dan minim fasilitas. 

Di lokasi juga terdapat tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun sebagian warga memilih tetap bertahan di hunian darurat buatan sendiri.

Akses jalan menuju lokasi pengungsian saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. 

Kondisi tersebut mempermudah distribusi logistik dan mobilisasi penanganan pascabencana.

Bantuan logistik berupa beras, ikan segar, mi instan, serta kebutuhan sandang disalurkan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

Sebagian warga memilih tetap bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi rumah lama dinilai tidak layak huni.

Beberapa rumah dilaporkan mengalami keretakan tanah dan berisiko saat hujan.

Pemda Lakukan Pendataan

Pemerintah Daerah (Pemda) saat ini melakukan pendataan dampak bencana sebagai dasar penanganan lanjutan. 

Pendataan meliputi kerusakan rumah, lahan pertanian dan perkebunan, ternak, serta kehilangan dokumen kependudukan dan administrasi lainnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyampaikan sebagai bagian dari penanganan, pemerintah telah menyiapkan dua skema bagi warga terdampak.

Yakni penempatan di hunian sementara dan pemberian Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600.000 per kepala keluarga untuk tiga bulan bagi warga yang memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat.

“Sekarang akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga penyaluran bantuan lebih mudah,” kata Haili Yoga saat meninjau lokasi pengungsian.

Ia juga menyebutkan pendataan dampak bencana dilakukan menyeluruh, termasuk rumah, kebun, pertanian, serta dokumen kependudukan warga terdampak.

Hingga saat ini, warga Kampung Umang masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu realisasi penanganan lanjutan pascabencana. (*)

Baca juga: Akses Aceh Tengah-Gayo Lues Pulih, Ruas Sp Uning-Owaq Kembali Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat

Baca juga: BBM Tak Kunjung Datang, Antrean Panjang Kendaraan Berhari-hari di SPBU Jagong Jeget Aceh Tengah

Baca juga: 47 Destinasi Wisata Rusak, Sektor Pariwisata Aceh Tengah Porak-poranda Diterjang Bencana

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.