RSUD Tidar Magelang Fokus Pengembangan Kompetensi Dokter di 2026
January 01, 2026 06:14 PM

 

 


TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, mendorong RSUD Tidar untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan dan menyiapkan proyeksi pengembangan rumah sakit lebih matang pada tahun 2026. 

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja RSUD Tidar di Aula Adipura Kencana, Kompleks Kantor Wali Kota Magelang, Selasa (30/12/2025).

Damar menegaskan pentingnya rasa handarbeni atau rasa memiliki bagi seluruh tenaga medis, khususnya bagi dokter dan tenaga kesehatan yang menjadikan RSUD Tidar sebagai tempat kerja utama.

“Harus ada rasa memiliki yang kuat, sehingga muncul tanggung jawab untuk bekerja lebih profesional dan amanah. Tahun 2026 kita harus sudah tahu arah dan proyeksi kinerjanya seperti apa,” tegas Damar.

Damar juga menyinggung sejarah panjang RSUD Tidar yang telah berdiri sejak lama dan menjadi rujukan masyarakat se-Kedu Raya.

Ia menyebutkan, Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso bahkan pernah mengabdikan diri selama 12 tahun sebagai Direktur RSUD Tidar.

“Tidak gampang mempertahankan kepercayaan masyarakat, hingga RSUD Tidar didatangi pasien dari seluruh Kedu Raya. Dulu bangunannya masih peninggalan Belanda, sekarang fasilitas dan peralatannya sudah jauh lebih modern dan canggih,” ungkapnya.

Fokus Peningkatan Kompetensi Dokter

Seiring perkembangan zaman, lanjut Damar, peningkatan kapasitas dan kompetensi dokter menjadi sebuah keniscayaan. 

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi dokter spesialis maupun subspesialis, mengingat kompleksitas penyakit yang terus berkembang.

RSUD Tidar sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Magelang, menurutnya, harus terus memberikan pelayanan prima dan tidak boleh terlena meskipun telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Tagline Membangun Bersama Melayani Sepenuh Hati harus diterapkan sungguh-sungguh. Membangun bukan hanya gedung, tetapi juga membangun SDM dan kesadaran kesehatan masyarakat, karena rumah sakit adalah layanan utama bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Evaluasi Kinerja RSUD Tidar

Direktur RSUD Tidar Magelang, dr. Junaedi Wibawa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 80 orang dokter, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dan dokkter subspesialis.

Ia menjelaskan, RSUD Tidar saat ini berstatus rumah sakit kelas B, dengan ketersediaan sumber daya dokter yang secara jumlah telah mencukupi.

Ke depan, pengembangan rumah sakit akan lebih menekankan pada peningkatan kompetensi.

“Ke depan, klasifikasi rumah sakit akan berbasis kompetensi. Karena itu, kami mendorong dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan subspesialis, serta dokter umum untuk mengambil pendidikan spesialis,” jelasnya.

Dari sisi pelayanan, dr. Junaedi menyampaikan bahwa kinerja RSUD Tidar berjalan dengan baik.

 Hal ini ditandai dengan kelancaran pelayanan serta minimnya keluhan masyarakat yang bersifat serius.

“Pelayanan dokter dirasakan sangat memuaskan oleh masyarakat. Selain itu, target keuangan tahun ini tercapai 105 persen, dari target Rp257 miliar, realisasi mencapai Rp260 miliar,” paparnya.

Saat ini RSUD Tidar memiliki sekitar 360 tempat tidur dengan total 1.017 tenaga kerja, dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. (tro)

• Fashion Show Ecoprint Meriahkan Borobudur Moon di Candi Borobudur Magelang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.