Banyuwangi Sambut 2026 dengan Muhasabah dan Doa Bersama di Taman Blambangan
January 01, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menutup malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dengan menggelar muhasabah dan doa bersama di Alun-alun Taman Blambangan, Rabu (31/12/2025). Ribuan jamaah, tokoh agama, kiai, dan jajaran pejabat daerah larut dalam suasana khusyuk, memanjatkan doa untuk keberkahan Banyuwangi di tahun yang akan datang.

Dalam refleksi akhir tahun tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak masyarakat untuk menghadiahkan doa terbaik, tidak hanya bagi Banyuwangi, tetapi juga untuk saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah di berbagai daerah.

“Tidak semua saudara kita menutup tahun 2025 dengan kegembiraan. Maka mari kita penuhi malam ini dengan doa terbaik untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ujar Ipuk.

Baca juga: Tahun 2025, Kepemimpinan Rusdi–Gus Shobih Naikkan IPM dan Tekan Kemiskinan di Pasuruan

Ipuk menyampaikan rasa syukur karena Banyuwangi mampu melalui tahun 2025 dengan berbagai capaian positif. Menurutnya, prestasi dan keberhasilan yang diraih tidak lepas dari semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, sejalan dengan tema Hari Jadi Banyuwangi, Tandang Bareng.

“Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, lebih damai, dan penuh berkah bagi Banyuwangi. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi Banyuwangi dan menjauhkan dari segala bala dan bencana,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga menyapa secara virtual warga Banyuwangi yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyampaikan duka dan keprihatinan atas bencana yang menimpa keluarga Banyuwangi di wilayah tersebut.

“Kami turut berduka atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga keluarga Banyuwangi di Aceh dan Sumatera selalu dilindungi dan segera pulih,” katanya.

Baca juga: Refleksi Akhir Tahun di Banyuwangi, Bupati Ipuk Ajak Warga Saling Menguatkan Sambut 2026

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menggalang donasi kemanusiaan melalui program Banyuwangi Berbagi. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui Ikawangi Pusat untuk membantu warga Banyuwangi yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Malam refleksi akhir tahun ini dihadiri sejumlah tokoh agama dan ulama, di antaranya KH Zainullah Marwan, KH Toha Muntaha, KH Hasan Toha, KH Ahmad Wahyudi, KH Riza Azizy, serta Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni. Para kiai secara bergantian memimpin istigasah dan doa, mengajak jamaah “mengetuk pintu langit” demi kebaikan Banyuwangi.

Baca juga: Sinyal Transfer Mewah Persib Bandung dan Persebaya, Bintang Label Piala Dunia Kans Direkrut

Lantunan sholawat dari Majelis Sholawat Mahabbatun Nabi mengiringi jalannya acara, sebelum ditutup dengan penampilan musik religi dan hiburan yang tetap bernuansa reflektif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.