TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hari ini Jumat (2/1/2026) semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Riau dan Pemerintah kota/kabupaten sudah kembali dari masa libur panjang.
Awal tahun 2026 yang sudah dihitung sebagai perdana ASN kembali beraktifitas sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Riau Nomor 100.3.4/1612/SETDA/2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 yang ditetapkan pada 22 Desember 2025.
Seperti diketahui, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sendiri sudah mengatur soal libur para ASN ini.
Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) ditetapkan libur ASN sebagai berikut
- Kamis, 25 Desember 2025 sebagai libur nasional Natal
- Jumat, 26 Desember 2025 sebagai cuti bersama Natal
- Sabtu, 27 Desember 2025 sebagai libur akhir pekan untuk lima hari kerja
- Minggu, 28 Desember 2025 sebagai libur akhir pekan
Pada tanggal 29 sampai 31 Desember, ASN harus kembali bekerja. Kemudian tanggal 1 Januari merupakan jadwal libur nasional. Dan Tanggal 2 Januari 2026 kembali masuk.
Sosiolog dan Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Dr Elfiandri MSi mengatakan tahun 2026 datang seperti fajar baru, tenang, namun membawa harapan.
Ia tidak menanyakan apa yang telah kita capai, tetapi mengajak kita menengok kembali jejak langkah yang tertinggal.
" Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pergantian tahun bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan undangan untuk merenung, sejauh mana pengabdian telah dijalankan, dan seberapa dalam makna pelayanan telah dihadirkan," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (2/1/2026)
Tahun-tahun yang telah berlalu adalah cermin yang jujur. Ada kinerja yang mungkin masih terseok, ada pula kerja baik yang patut disyukuri.
Namun masa lalu tidak hadir untuk menghakimi.
Ia datang sebagai guru yang mengajarkan bahwa setiap kekurangan bisa diperbaiki, dan setiap kebaikan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Dalam sunnatullah kehidupan, tidak ada proses yang sia-sia selama ada kemauan untuk berubah.
"Sebagai ASN, tugas kita bukan hanya menjalankan aturan, tetapi menghadirkan rasa aman, keadilan, dan harapan bagi masyarakat. Fungsi birokrasi bukan sekadar meja, dokumen, dan tanda tangan, melainkan wajah negara yang hadir di tengah rakyat," ungkap Elfiandri.
Pelayanan prima lahir bukan dari kecepatan semata, tetapi dari ketulusan, empati, dan kesediaan untuk mendengar.
Ketika pelayanan dilakukan dengan hati, masyarakat tidak hanya dilayani, tetapi juga dihargai.
Lebih dari itu, pengabdian ASN adalah bagian dari ibadah.
Setiap langkah menuju kantor, setiap berkas yang diselesaikan dengan jujur, setiap keputusan yang diambil dengan adil, semuanya tercatat sebagai amal.
Bekerja dengan amanah adalah doa yang bergerak, dan melayani dengan ikhlas adalah zikir yang hidup. Kesadaran inilah yang menjadikan pekerjaan bukan beban, melainkan ladang pahala.
Tahun 2026 adalah ruang kosong yang menunggu untuk diisi. Indonesia yang terus berubah membutuhkan ASN yang mau belajar, mau beradaptasi, dan tidak lelah memperbaiki diri.
Perubahan besar sering lahir dari kebiasaan kecil: datang tepat waktu, melayani tanpa keluh, dan terbuka pada kritik. Dari langkah-langkah sederhana inilah kepercayaan tumbuh dan birokrasi yang humanis terbangun.
Akhirnya, menyambut 2026 berarti memperbarui niat. Mengabdi bukan sekadar kewajiban, tetapi panggilan jiwa. Melayani bukan hanya tugas, tetapi bentuk cinta pada negeri.
Dengan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, pekerjaan sebagai ibadah, dan pelayanan sebagai kehormatan, ASN diharapkan mampu menjadi cahaya kecil yang menerangi jalan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
(*)