BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJAR- Warga Desa Abumbun Jaya, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar mengaku belum mendapatkan bantuan. Meski lahan dan rumah telah terendam banjir, hingga Jumat (2/1/2026) pukul 10.00 Wita.
Warga menyebut tidak ada bantuan sembako maupun bantuan sosial dari pemerintah maupun instansi terkait.
“Belum, iya belum. Sembako atau bantuan sosial pun tidak ada. Bukan mengharap, tapi namanya bencana banjir biasanya kan ada (bantuan)," kata Salam warga sekitar.
Warga seperti dipaksa pasrah dengan keadaan, mulai dari rumah yang terendam, lahan yang tenggelam, hingga kandang ternak yang terdampak.
“Setahu saya sampai saat ini belum ada bantuan,” tambah Saimun warga lain di sekitar
Baca juga: Banjir Rendam Desa Abumbun Jaya Sungai Tabuk Banjar, Semua Warga Mengungsi
Baca juga: Kesaksian Korban Banjir Bandang Balangan Kalsel, Rusli Terdiam Melihat Harta Bendanya Hanyut
Lahan mulai pertanian, perkebunan, dan kandang ternak warga terdampak banjir. Genangan air yang meluas area Desa Abumbun Jaya membuat aktivitas warga terhenti. Suasana desa sunyi, hanya riak air sesekali bergetar terkena sapuan angin.
Seorang warga bernama Saimun tampak memantau kandang ternaknya yang berada di belakang rumah. Dua ekor sapi terlihat masih menikmati rumput, sementara area kandang mulai tertutup air.
Kandang tersebut memang dibuat dengan lantai tinggi di dalamnya. Namun, dalam kondisi musim penghujan, Saimun khawatir ketinggian air akan semakin naik.
“Rumah sudah kemasukan air, keluarga saya mengungsi ke rumah kerabat. Saya yang berjaga di sini. Makanya ranjang ditinggikan untuk tempat istirahat. Sapi biasanya kalau tidak banjir mereka keluar, sekarang dikandang saja," jelas Saimun sambil memperlihatkan ruang dalam rumahnya yang telah dipenuhi air dan kandang sapinya yang terkepung banjir.
Saat itu, di rumah-rumah warga hanya terlihat para pria yang menjaga rumah, memantau debit air, dan lahan perkebunan mereka, meski sadar bahwa lahan tidak selamat dari genangan banjir.
“Habis semua, sayur-sayuran, kastela, ya habis terendam,” kata Saimun menunjuk area lahan.
Warga disebutkan telah mengungsi di gedung sekolah, bertepatan dengan masa libur sekolah. Namun, mereka mulai memikirkan kembali ke mana akan mengungsi bila sekolah sudah memasuki kalender akademik.
“Ini masih libur, kalau sudah masuk entah ke mana lagi mereka,” ujar Salam prihatin, sedang dirinya masih bisa mengungsi di rumah tinggi milik anaknya.
Selain di gedung sekolah, warga juga disebut mengungsi di gedung puskesmas setempat. Desa hari ini benar-benar sunyi dari aktivitas, hanya beberapa orang terlihat melewat untuk menengok rumah yang tengah tergenang air.
“Ada di sekolah, ada juga di puskesmas, Mas,” kata Sigit, warga sekitar sambil menunjuk arah puskesmas.
(Banjarmasinpost.co.id/Saifurrahman)