TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan berhasil menuntaskan beberapa pekerjaan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sesuai instruksi Bupati Pasuruan, Dinas Perkim melakukan perbaikan 49 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 11 titik Peningkatan Jalan Lingkungan (PJL).
Selain itu, ada juga pembangunan 19 titik jambanisasi untuk masyarakat yang belum memiliki jamban dan 1 titik untuk pembangunan jalan MCK.
Baca juga: Tahun 2025, Kepemimpinan Rusdi–Gus Shobih Naikkan IPM dan Tekan Kemiskinan di Pasuruan
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono mengatakan, semua program pembangunan yang ada di dinasnya sudah terselesaikan 100 persen.
Eko, sapaan akrabnya mengaku bersyukur karena pekerjaan, proses administrasi hingga pembayaran sudah terselesaikan sejak awal pekan kemarin.
“Allhamdulilah, program - program untuk masyarakat di dinas kami sesuai dengan instruksi pak Bupati sudah terlaksana dengan baik,” katanya.
Baca juga: Ketua DPRD Pasuruan Apresiasi Rampungnya Pembangunan dan Rehabilitasi Ratusan SD-SMP
Dia berharap, pembangunan baik itu jamban, RTLH, atau pun PJL bisa benar - benar bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Menurut Eko, penanganan yang dilakukan dinas memang belum maksimal, karena belum semua persoalan bisa dapat sentuhan tahun ini.
“Namun, perbaikan yang dikakukan tahun 2025 kemarin itu sudah skala prioritas karena sesuai instruksi Bupati - Wakil Bupati Pasuruan Rusdi - Gus Shobih,” lanjutnya.
Salah satu program yang mendapatkan apresiasi adalah Peningkatan Jalan Lingkungan (PJL) di Dusun Meli’an RT 04 RW 05, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol.
Baca juga: Polres Pasuruan Imbau Warga Tak Nyalakan Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru
Jalanan di desa ini dipasang paving untuk meningkatkan kemudahan warga sekaligus menunjang aktifitas sosial dan perekonomian masyarakat.
Jalan sebelumnya berupa aspal yang sudah rusak selama bertahun-tahun, dan kondisi ininsangat dikeluhkan warga karena becek saat musim hujan dan timbul genangan.
"Sebelumnya becek kalau musim hujan karena ada genangan. Tapi sekarang lebih nyaman dan aman dilalui," kata salah satu warga yang juga berjualan lontong mie.
(TribunJatimTimur.com)