TRIBUNJATIM.COM - Aktor senior Diding Boneng mendapat bantuan dari presenter Raffi Ahmad untuk merenovasi rumah warisan orangtua yang ambruk karena diterjang angin dan hujan deras.
Boneng diberi uang sebesar Rp50 juta oleh suami Nagita Slavina.
Rumah Boneng yang berlokasi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami kerusakan parah sejak Minggu (28/12/2025).
Kini, ia bisa bernapas lega karena mendapat bantuan dari Raffi untuk membenahi rumahnya tersebut.
Diding mengatakan, suami Nagita Slavina itu memberinya bantuan berupa uang sebesar Rp50 juta untuk renovasi rumah.
"Raffi ngasih saya uang buat merenovasi ini. Kemarin saya dikasih Rp50 juta," katanya, dilansir dari Tribunnews.com, Selasa (2/1/2026), via Tribun Sumsel.
Baca juga: Aktor Senior Diding Boneng Terancam Tunawisma Setelah Rumah Warisan Orang Tuanya Ambruk
Diding menambahkan, uang yang diberi Raffi sudah habis untuk membeli bahan bangunan.
"Mungkin ya itu awalan ya, saya sih berharap dia nambahin lagi," selorohnya.
"Udah habis karena beli bahan-bahan ini (bangunan), batu-batu, kerikil, untuk pondasi segala macam," urainya.
"Jadi udah nggak ada lagi tu duit, udah habis," imbuhnya.
Selain Raffi, Diding juga menerima bantuan dari beberapa rekan artis lainnya.
Diding mengungkapkan kondisi rumahnya saat ini masih perlu banyak perbaikan.
"Belum bisa dibilang udah lebih baik, belum. Masih semrawut keadaannya rumahnya," ujarnya.
Sementara itu, Raffi Ahmad meminta timnya untuk datang ke rumah Diding Boneng setelah mengetahui kondisi rumah aktor senior di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, yang roboh total.
"Menyerahkan amanah langsung dari A dan Mba @raffinagital717 untuk Om Diding Boneng, semoga dapat meringankan musibah yang sedang dihadapi Om Diding dan keluarga," tulis unggahan salah satu tim Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah, yang diunggah ulang oleh Raffi Ahmad, Kamis (1/12/2025).
Di unggahan lain, karyawan Raffi bernama Haikal Sanat yang berkolaborasi dengan unggahan Raffi Ahmad ini juga memperlihatkan tim RANS mengunjungi rumah Diding Boneng.
Raffi Ahmad sempat melakukan panggilan video dengan Diding Boneng untuk menyampaikan dukungan moral secara langsung.
Dalam video call tersebut, Raffi Ahmad mengetahui musibah yang menimpa Diding Boneng dari timnya dan langsung berinisiatif memberikan bantuan.
Diding Boneng menyambut baik rencana kedatangan Raffi Ahmad dan menyampaikan harapannya agar janji tersebut benar-benar terwujud.
Sebelumnya dalam percakapan yang sama, Diding Boneng juga sempat menyinggung pertemuan langsung dengan Raffi Ahmad.
Baca juga: Deretan Film yang Dibintangi Diding Boneng, Aktor Senior yang Rumahnya Roboh
Usai adanya insiden tak terduga itu, Diding Boneng mendapat bantuan dari warga setempat.
Para warga mengumpulkan dana untuk memenuhi kebutuhan serta renovasi rumah dari pemain film Warkop DKI itu.
Hal ini dibenarkan oleh ketua RT setempat, Giman.
Giman menuturkan, dana yang sudah terkumpul yakni diperoleh dari amal jumat dan ditambah kas dari RW.
Sementara dana terkumpul Rp7 juta dan sudah dibelikan untuk barang-barang keperluan aktor 75 tahun itu serta renovasi rumah.
"Awalnya kita sudah koordinasi sama Pak RW, jadi Pak RW sudah menyiapkan dana dari amal Jumat, amal Jumat itu yang kita kumpulan dari warga. Pak RW sudah menyiapkan dari situ lima juta, terus dari kas RW dua juta," kata Giman, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (30/12/2025).
"Jadi untuk sementara ini ada tujuh juta, itu ada hasilnya udah dibelanjain," lanjut Giman.
Selain dari warga, bantuan juga datang dari Dinas Sosial (Dinsos).
Dinsos, kata Giman, memberikan alas tidur serta sembako untuk Diding Boneng.
"Kemarin sore ada dari Dinsos, itu menyerahkan ada alas tidur matras, sama paket sembako, itu yang baru kita terima," beber Giman.
Kemudian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah melakukan kunjungan ke rumah milik Diding Boneng.
"Tadi juga ada kunjungan dari Baznas, terus PMI juga udah ke sini," terang Giman.
Atap rumah Diding Boneng Ambruk, dari bagian tengah hingga belakang atau dapur dan kamar mandi, yang tersisa pada ruang tamu saja.
Boneng mengungkapkan bahwa rumah tersebut adalah warisan turun-temurun dari kakeknya.
Usia bangunan itu diperkirakan sudah mencapai satu abad, jauh lebih tua dari usia Boneng sendiri yang kini menginjak 75 tahun.
"Saya lahir di sini. Tuan rumah ini sama saya. Jadi wajarlah kalau buat saya dia jatuh (roboh)," kata Diding Boneng ketika ditemui di kediamannya di Jalan Matraman Dalam 2, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
"Ini lebih dari mungkin 100 tahun. Saya 'melek' (lahir) saja rumah ini sudah ada. Kakek yang bangun awalnya, terus ke orang tua, turun ke saya," sambungnya.
Kini, Boneng dan keluarga tak lagi memiliki tempat berteduh yang layak.
Pascakejadian, pemain film 'Warkop DKI' ini tidur di kantor RW yang difasilitasi oleh ketua warga sekitar.
"Saat ini saya dikostin sama Pak RW. Di kantor RW, di depan itu. Tinggal sama anak saya yang laki-laki," ucap pria berusia 75 tahun ini.
Diding Boneng tampak tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan detik-detik atap rumahnya roboh.
Baca juga: Rumahnya Usia 100 Tahun Ambruk Diterjang Hujan, Aktor Senior Mengungsi di Kantor Kelurahan
Boneng bahkan secara terbuka mengungkapkan rasa bersalahnya kepada mendiang orangtuanya karena merasa gagal merawat rumah peninggalan tersebut.
"Nah sekarang kan tinggal saya yang jalanin sendiri. Okelah gitu. Tapi dengan (kondisi) kayak gini, aduh saya merasa bersalah sama orang tua saya," kata Diding Boneng penuh penyesalan.
Boneng merasa berdosa karena tidak bisa menjaga amanah untuk merawat rumah peninggalan tersebut dengan baik.
"Karena kok saya enggak rawat gitu lho. Makanya tadi saya bilang, saya salah, saya salah," ucapnya berulang kali.
Pria berusia 75 tahun ini menceritakan, bagaimana kamar anaknya menjadi titik awal kerusakan yang nyaris membahayakan keselamatan keluarganya.
"Oh ini awalnya kamar (anak). Iya, ini kamar anak saya. Awalnya ada bunyi- unyi kayu keropos gitu, dia langsung keluar kamar," jelasnya.
"Jadi anak saya lari ke sana (belakang), sampai situ jatuh lagi (atapnya) di belakang. Lari lagi ke depan. Begitu-gitu kejadiannya," sambungnya.
Menurut Boneng, kerusakan rumahnya dengan lebar 10 meter dan panjang 25 meter itu merembet dengan cepat dari bagian belakang hingga ke depan, atap rumahnya Ambruk seketika.
"Jadi ini awalnya ke belakang, kemudian ke depan. Kamar ini habis, enggak ada sisa. Jatuh bruk gitu," ungkapnya menggambarkan suara reruntuhan.
"Tuh ke sana terus itu dapur. Nah, ini juga kamar. Terus kamar mandi, toilet apa semua ke belakang. Rumah ini panjang," tambahnya.
"Jadi risikonya kalau berbenah rumah ini, jadi berat. Karena apa? Kebesaran. Kalau rumah-rumah tanggung atau kecil mungkin enggak terlalu masalah. Ini buat kita, buat saya masalah besar. 200 meter lebih dengan kamar yang (jumlahnya) 4 atau 5 kurang lebih," terangnya.
Rumah orang tuanya kini sudah tak beratap, Boneng mengenang kehidupannya sejak kecil di kediamannya itu.
Ketika ditanya mengenai sudut favorit di rumah tersebut, Boneng menunjuk area yang dulunya merupakan ruang tengah namun kini telah berubah fungsi menjadi kamar.
Di sanalah ia menghabiskan masa kecil hingga meniti karier sebagai aktor.
"Ini kan tadinya ruang tengah, terus dijadiin kamar. Nah ketika ini jadi ruang tengah, ini banyak sekali (kenangan)," ujarnya.
Ruangan itu menjadi saksi bisu perjuangan Diding Boneng menghafal naskah film yang kemudian melambungkan namanya.
"Dari saya kecil artinya main di ruang tengah, terus sampai saya besar, sampai saya kerja, sampai menghafal apa ketika saya sudah bisa syuting atau apa," ujar Diding Boneng.
"Ya ini ruang tengah ini yang sekarang jadi kamar. Seperti itu artinya yang paling punya kesan sama saya," sambungnya. (Ari).
Meski bantuan mulai berdatangan, Diding Boneng memilih untuk tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana atau barang bantuan.
Ia menyerahkan sepenuhnya urusan tersebut kepada adik-adiknya.
"Saya yakin bantuan sudah ada, tapi saya enggak terima langsung. Itu urusan adik saya. Saya enggak mau tahu, biar adik saya yang urus," ujar Diding Boneng.
Kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat banyaknya barang elektronik seperti televisi yang tertimpa reruntuhan, meski sebagian pakaian berhasil diselamatkan oleh tim PPSU dan Karang Taruna yang sigap membantu evakuasi.