Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Area bekas kebakaran Pasar Slogohimo Wonogiri kini berubah menjadi lokasi pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan praktik pembuangan sampah di area tersebut sudah berlangsung sejak pasar darurat selesai dibangun.
Menurut dia, larangan membuang sampah sebenarnya sudah ada, namun tidak diindahkan sehingga lokasi bekas kebakaran dipenuhi tumpukan sampah.
"Sebenarnya sudah dilarang buang sampah di situ, tapi malah seperti itu. Jadi tempat pembuangan sampah," kata pedagang tersebut kepada TribunSolo, Jumat (2/1/2026).
Ia menambahkan, sampah tidak hanya dibuang oleh warga pasar, tetapi juga oleh warga dari luar serta pedagang yang berjualan pada sore dan malam hari.
"Menimbulkan bau. Harapannya ya ini bisa ditangani supaya tidak menimbulkan bau dan lebih bersih," jelasnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag & KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, menegaskan pihaknya sudah meminta petugas pasar untuk memantau kondisi tersebut.
Namun, pengawasan tidak mudah dilakukan karena keterbatasan personel.
"Petugas kita juga terbatas. Sudah dipasang juga spanduk larangan," kata Wahyu.
Baca juga: Asal-usul Nama Slogohimo yang Kini jadi Kecamatan di Wonogiri : Kisah Cinta Jaka Pambudi-Rara Satiti
Wahyu menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mencari solusi.
Salah satu langkah jangka pendek adalah penempatan kontainer sampah di sekitar lokasi.
"Kita pantau juga. Ternyata yang banyak buang di situ warga yang rumahnya jauh dari pasar," paparnya.
Pasar Slogohimo sendiri terbakar pada Kamis (28/9/2023).
Sejak itu, para pedagang yang terdampak menempati pasar darurat di halaman pasar.
(*)