Area Pasar Slogohimo Wonogiri yang Terbakar Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Picu Bau tak Sedap
January 02, 2026 06:27 PM

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Area bekas kebakaran Pasar Slogohimo Wonogiri kini berubah menjadi lokasi pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab. 

Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap.

Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan praktik pembuangan sampah di area tersebut sudah berlangsung sejak pasar darurat selesai dibangun.

Menurut dia, larangan membuang sampah sebenarnya sudah ada, namun tidak diindahkan sehingga lokasi bekas kebakaran dipenuhi tumpukan sampah.

"Sebenarnya sudah dilarang buang sampah di situ, tapi malah seperti itu. Jadi tempat pembuangan sampah," kata pedagang tersebut kepada TribunSolo, Jumat (2/1/2026).

Tumpukan sampah di area Pasar Slogohimo Wonogiri yang terbakar
BAU SAMPAH - Tumpukan sampah di area Pasar Slogohimo Wonogiri yang terbakar, difoto Jumat (2/1/2026). Area bekas kebakaran Pasar Slogohimo kini berubah menjadi lokasi pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena tumpukan sampah menimbulkan bau tak sedap.

Ia menambahkan, sampah tidak hanya dibuang oleh warga pasar, tetapi juga oleh warga dari luar serta pedagang yang berjualan pada sore dan malam hari.

"Menimbulkan bau. Harapannya ya ini bisa ditangani supaya tidak menimbulkan bau dan lebih bersih," jelasnya.

Upaya Pengawasan

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag & KUKM) Wonogiri, Wahyu Widayati, menegaskan pihaknya sudah meminta petugas pasar untuk memantau kondisi tersebut.

Namun, pengawasan tidak mudah dilakukan karena keterbatasan personel.

"Petugas kita juga terbatas. Sudah dipasang juga spanduk larangan," kata Wahyu.

Baca juga: Asal-usul Nama Slogohimo yang Kini jadi Kecamatan di Wonogiri : Kisah Cinta Jaka Pambudi-Rara Satiti

Rencana Solusi

Wahyu menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mencari solusi.

Salah satu langkah jangka pendek adalah penempatan kontainer sampah di sekitar lokasi.

"Kita pantau juga. Ternyata yang banyak buang di situ warga yang rumahnya jauh dari pasar," paparnya.

Pasar Slogohimo sendiri terbakar pada Kamis (28/9/2023). 

Sejak itu, para pedagang yang terdampak menempati pasar darurat di halaman pasar.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.