Arti Tabayyun Secara Bahasa dan Istilah, Sikap Teliti, Berhati-hati Klarifikasi Sebelum Menyimpulkan
January 02, 2026 06:32 PM

Tabayyun sebagai klarifikasi, langkah bijaksana dalam menyikapi sesuatu, sebelum menyimpulkannya.

Pengertian tabayyun dibedakan menjadi dua, yaitu pengertian secara bahasa dan istilah.

Secara bahasa tabayyun adalah mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya.

Jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tabayyun diartikan sebagai pemahaman atau  penjelasan.

Langkah tabayyun sebagai langkah bijaksana sehingga tidak ada pihak yang merasa terdzolimi atau tersakiti dan terhindar dari perpecahan antar sesama manusia.

Setiap muslim wajib melaksanakan tabayyun tanpa terkecuali, terutama di zaman yang penuh dengan fitnah seperti sekarang.

Tabayyun salah satu akhlak mulia dan salah satu prinsip penting dalam menjaga kemurnian agama Islam dan keharmonisan dalam pergaulan sosial.

Tabayyun dalam Alquran

Dalil tentang tabayyun terdapat dalam Alquran.

Allah berfirman Allah SWT dalam Surat Al Hujurat ayat 6:

Surat Al-Hujurat Ayat 6


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ

Arab-Latin:

Yā ayyuhallażīna āmanū in jā`akum fāsiqum binaba`in fa tabayyanū an tuṣībụ qaumam bijahālatin fa tuṣbiḥụ 'alā mā fa'altum nādimīn

Artinya:

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Asbabun Nuzul dari ayat di atas sendiri adalah ketika Rasulullah saw mengajak seseorang yang bernama Al Harits untuk masuk Islam. 

Setelah diajak oleh Baginda Rasul ia pun menyatakan diri masuk Islam dan pulang kepada kaumnya untuk mengajak masuk agama Islam.

Pada saat itu juga Rasulullah saw mengajak untuk menunaikan zakat yang disepakati oleh Al Harits.

Ketika waktu telah tiba, Rasulullah saw mengutus seseorang bernama Al Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat yang telah di janjikan. Namun di dalam perjalanan hati Al Walid bin Uqban menjadi gentar dan kembali ke Rasulullah saw tanpa datang ke tempat yang seharusnya dituju yaitu Al Harits.

Ketika kembali ia kemudian mengarang cerita bahwa Al Harits tidak mau menyerahkan zakat dan mengancam membunuhnya. Mendengar cerita tersebut Rasulullah saw mengutus utusannya untuk datang kepada Al Harits. Namun ternyata utusan itu bertemu Al Harits ditengah-tengah perjalanan yang sedang menuju ke tempat Rasul dengan membawa zakat yang telah di janjikan. 

Setelah bertemu Rasulullah Al Harits menceritakan yang sebenarnya.

Dan Kemudian turunlah QS Al Hujurat ayat 6, dimana sebagai sebuah peringatan bagi umat muslim agar selalu bertabayyun dalam menghadapi informasi yang terdengar oleh telinga kita. 

Ayat ini masih sangat relevan di zaman sekarang. Sangat berbahaya jika tidak bertabayyun, karena bisa menimbulkan perpecahan sampai pertumpahan darah.

Marilah kita selalu beprinsip tabayyun yaitu sikap berhati-hati lebih baik untuk mengecek ulang kembali informasi yang telah kita terima.

Demikian Arti Tabayyun Secara Bahasa dan Istilah, Sikap Mulia, Berhati-hati, Klarifikasi Sebelum Menyimpulkan. Semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Arti Tabaruk, Tabarukan dalam Islam,  Ada Dua Macam, Tabaruk yang Diperbolehkan dan Haram Dilakukan

Baca juga: Arti Taqarrub, Taqarrub Ilallah, Upaya Mendekatkan Diri kepada Allah, Contoh dan Cara Meraihnya

Baca juga: Arti Tamyiz, Mumayyiz, Baligh dan Akil Baligh, Tahapan Menuju Kedewasaan Anak-anak dalam Islam

Baca juga: Teks Sambutan & Amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kemenag

Baca juga: Susunan Acara Apel Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-80 Kemenag 2026, Semangat Toleransi dan Sinergi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.