Jalan HR Soebrantas Panam Jadi Titik Tumpu Tol Lingkar Pekanbaru, Pemprov Riau Lakukan Pelebaran
January 02, 2026 07:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya stabil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan pelebaran Jalan HR Soebrantas, Panam, Kota Pekanbaru, tetap menjadi prioritas pada tahun 2026 ini. 

Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan seiring rampungnya Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan pelebaran jalan tersebut tidak bisa ditunda. Menurutnya, selesainya Jalan Tol Lingkar Pekanbaru akan membuat seluruh arus kendaraan dari Dumai, Rengat, hingga Kampar bermuara di Jalan Soebrantas.

“Jadi suka tak suka, ada uang atau tidak ada uang, kita harus siap. Berapa pun kemampuan anggaran yang ada, pelebaran tetap kita kerjakan menyesuaikan kondisi keuangan,” tegas SF Hariyanto, Jumat (2/1/2026).

Baca juga: Jembatan Siak VI Resmi Tersambung, Jalan Tol Lingkar Pekanbaru Siap Ubah Wajah Ekonomi Riau

Ia menjelaskan, tanpa pelebaran, kemacetan di Jalan Soebrantas dipastikan akan semakin parah. Sebab, ruas tersebut menjadi titik keluar utama kendaraan dari Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.

“Kalau tol itu selesai, semua kendaraan keluarnya di Jalan Soebrantas. Bisa dibayangkan padatnya seperti apa, macetnya bisa luar biasa,” ujarnya.

Pelebaran Jalan Soebrantas nantinya dilakukan secara bertahap atau per segmen, tidak langsung menyeluruh.

Penyesuaian ini dilakukan agar pembangunan tetap berjalan meski fiskal daerah masih terbatas.

Adapun segmen prioritas yang akan dilebarkan antara lain kawasan depan Kampus Universitas Riau, Rumah Sakit Jiwa Tampan, hingga depan Kampus UIN Suska Riau.

Pada ruas tersebut, lebar jalan direncanakan mencapai 14 meter.

“Ini untuk mengantisipasi kendaraan yang keluar dari Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Fokus kita di titik-titik yang paling rawan macet,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Riau juga akan menyatukan jalur lambat yang saat ini sudah ada di sisi kanan dan kiri Jalan Soebrantas. Jalur lambat yang sebelumnya dibangun Pemerintah Kota Pekanbaru tersebut akan diintegrasikan menjadi satu badan jalan.

“Nanti jalur lambat kita satukan, tiang listrik dipindahkan, dan jalannya diperbaiki. Harapannya satu jalur bisa dilewati hingga tujuh mobil,” kata SF Hariyanto.

Pelebaran Jalan Soebrantas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Pekanbaru serta daerah penyangga di sekitarnya.

"Ini bagian dari upaya kita dalam menyiapkan infrastruktur pendukung sebelum lonjakan arus kendaraan benar-benar terjadi," ungkap SF Hariyanto.

 (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.