TRIBUNJAMBI.COM -Derbi Old Firm pertama tahun 2026 akan tersaji di Celtic Park pada Sabtu sore saat Celtic menjamu Rangers dalam lanjutan Scottish Premiership, Sabtu (3/1) pukul 15.30 WIB.
Celtic memasuki laga ini dengan tekanan besar setelah menelan kekalahan mengecewakan saat bertandang ke markas Motherwell pada pertandingan terakhir mereka.
Kekalahan tersebut memperburuk situasi Celtic yang sedang berada dalam fase transisi kepelatihan sejak awal Desember.
Wilfred Nancy yang ditunjuk menggantikan manajer interim Martin O’Neill justru mencatatkan sejumlah rekor negatif sejak kedatangannya.
Pelatih asal Prancis itu menjadi manajer Celtic pertama yang kalah dalam dua laga awalnya, sebelum catatan buruk tersebut berlanjut menjadi empat kekalahan beruntun.
Rentetan hasil negatif tersebut merupakan yang terburuk bagi Celtic sejak tahun 1978.
Dari tujuh pertandingan awalnya, Nancy hanya mencatatkan persentase kemenangan sebesar 28 persen, namun ia dipastikan tetap memimpin tim pada laga sarat gengsi ini.
Derbi Old Firm kali ini memiliki makna yang semakin besar bagi Celtic karena posisi mereka di klasemen dan tekanan dari pendukung sendiri.
Celtic sempat meraih kemenangan atas Aberdeen dan Livingston di sekitar periode Natal, namun gagal memanfaatkan momentum tersebut.
Kekalahan telak dan kacau saat menghadapi Motherwell membuat Celtic kehilangan kesempatan menyamai perolehan poin pemuncak klasemen Hearts.
Pada laga terakhir, para pemain Celtic bahkan mendapat cemoohan dari pendukungnya sendiri saat meninggalkan lapangan.
Celtic kini berharap tahun 2026 dapat menjadi titik balik dengan mengalahkan rival abadi mereka di kandang sendiri.
Di sisi lain, Rangers justru menutup tahun 2025 dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun.
Rangers juga sempat mengalami gejolak manajerial musim ini setelah memecat Russell Martin pada Oktober lalu.
Di bawah Martin, Rangers hanya mampu meraih lima kemenangan dari 17 laga dan sempat tertinggal delapan poin dari Celtic.
Situasi tersebut berubah drastis setelah Danny Rohl mengambil alih kursi pelatih dan membawa stabilitas ke dalam tim.
Rohl mencatatkan rasio kemenangan 50 persen di semua kompetisi dan hanya menelan satu kekalahan liga, yakni dari pemuncak klasemen Hearts.
Rangers menutup tahun dengan kemenangan atas Motherwell dan St Mirren yang membuka kembali harapan dalam perburuan gelar.
Performa Rangers yang menanjak berbanding terbalik dengan tren menurun Celtic menjadikan derbi ini semakin sulit diprediksi.
Dari sisi kebugaran pemain, Celtic masih kehilangan sejumlah nama penting akibat cedera dan panggilan internasional.
Alistair Johnston, Callum Osmand, Cameron Carter-Vickers, Jota, Kelechi Iheanacho, dan Marcelo Saracchi dipastikan absen.
Sebastian Tounekti dan Michel-Ange Balikwisha juga tidak tersedia karena mengikuti Piala Afrika.
Rangers pun datang ke Celtic Park tanpa kekuatan penuh karena beberapa pemain inti tidak dapat diturunkan.
Nasser Djiga harus absen akibat panggilan Piala Afrika, sementara Oliver Antman, Nedim Bajram, dan Derek Cornelius masih dibekap cedera.
Celtic diperkirakan menurunkan Kasper Schmeichel sebagai penjaga gawang dengan formasi bertahan yang dipimpin Kieran Tierney.
Rangers kemungkinan tetap mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Jack Butland dengan James Tavernier memimpin lini belakang.
Dengan tensi tinggi, tekanan besar, dan rivalitas panjang yang kerap meniadakan logika klasemen, laga ini diprediksi berlangsung ketat.
Kedua tim diperkirakan saling berhati-hati namun tetap agresif demi menjaga harga diri di awal tahun.
Prediksi skor
Celtic vs Rangers adalah hasil imbang dengan skor 2-2.
Baca juga: Prediksi Skor Bournemouth vs Arsenal, Head-to-Head dan Statistik di Liga Inggris
Baca juga: Prediksi Skor Aston Villa vs Nottingham Forest, Head-to-Head dan Statistik di Liga Inggris
Baca juga: Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Burnley , Head-to-Head dan Statistik di Liga Inggris