TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Universitas Negeri Manado (Unima) ikut mengantar jenazah Anthonieta Evia Maria Mangolo dari Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, Jumat (2/1/2026).
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Dr. Aldjon Nixon Dapa, M.Pd., dan rombongan mengantar sampai depan kapal.
Aldjon juga menyempatkan berbincang dengan ayah Evia, Antonius Mangolo, dan kuasa hukunya, Zhem Sawengen.
Aldjon mengatakan civitas akademika Unima turut berduka atas peristiwa yang menimpa Evia.
Menindaklanjuti laporan korban, tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unima telah melakukan serangkaian pemeriksaan internal terhadap Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang diduga melecehkan Evia, Danny Masinambow.
Pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilakukan pada 31 Desember 2025.
“Berdasarkan laporan korban dan hasil pemeriksaan tim Satgas PPKPT, Rektor Unima telah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan surat penonaktifan terhadap dosen yang bersangkutan,” jelasnya.
Penonaktifan tersebut bersifat sementara sambil menunggu proses lanjutan baik dari hasil kajian tim Satgas PPKPT maupun dari sisi kepegawaian.
Untuk penanganan kasus kekerasan seksual, Unima berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sementara penentuan sanksi kepegawaian akan mengacu pada PP Nomor 94 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara.
Seluruh proses penanganan kasus ini juga telah dilaporkan oleh Rektor Unima, Dr Joseph Philip Kambey SE Ak MBA, kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemendiktisaintek dijadwalkan akan ke Unima pada awal pekan depan untuk memantau proses penanganan kasus tersebut.
Menanggapi Danny Masinambow yang juga dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga, Aldjon menegaskan bahwa Unima akan kooperatif.
"Kami akan menyiapkan seluruh informasi dan dokumen yang dibutuhkan oleh pihak kepolisian. Kami tidak ingin menutupi apa pun, semua harus transparan,” tegasnya.
Baca juga: Jenazah Evia Mangolo Diantar Keluarga hingga Civitas Akademika Unima ke Pelabuhan Manado
Baca juga: Polda Sulut Selidiki Kematian Mahasiswi UNIMA Evia Mangolo, Terlapor Oknum Dosen Belum Diperiksa
Unima berkomitmen menjaga integritas institusi dan memastikan lingkungan kampus yang aman bagi mahasiswa.
“Kami berharap ini menjadi kasus yang terakhir. Unima berkomitmen menjaga agar mahasiswa merasa aman dan dapat menyelesaikan studi mereka dengan lancar,” katanya.
Untuk pencegahan, Unima telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi termasuk penyusunan regulasi internal, SOP, serta sosialisasi PPKPT kepada seluruh civitas akademika.
Unima juga telah menyediakan kanal pengaduan melalui tautan resmi yang dapat diakses melalui laman universitas.
Selain itu, peran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dinilai sangat membantu dalam mendampingi korban dan mengawal proses pelaporan.(*)