Arti Laa Ba’sa Thahuurun Insyaallah, Ungkapan saat Menjenguk Orang Sakit dari Rasulullah saw
January 02, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM -- Menjenguk orang sakit dalam Islam hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.

Ada sebuah ucapan yang diajarakan Rasulullah saw saat menjenguk orang sakit, yakni Laa Ba’sa Thahuurun Insyaallah.

Kalimat laa ba’-sa thahuurun insyaaallah sama artinya dengan get well soon dalam bahasa Inggris, artinya yakni semoga cepat sembuh.

Baca juga: Arti Wa Idza Maridhtu Fahuwa Yasyfin, Doa Minta Kesembuhan Penyakit, Surah Asy-Syu’ara Ayat 80

Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran, kesedihan, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti, sampai duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Kalimat laa ba’-sa thahuurun insyaaallah dalam bahsa Arab ditulis ﻻَ ﺑَﺄْﺱَ ﻃَﻬُﻮْﺭٌ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ

Artinya : “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, insyaallah”

Saat menjenguk orang sakit, kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan laa ba’sa thohurun Insyaalah, dengan tujuan untuk mendoakan dan membesarkan hati orang yang sakit.

Selain itu, mengucapkan laa ba’sa Thohurun Insyaalah juga bertujuan agar orang yang sakit mendapatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

Baca juga: Arti Wa La Taqrabuz Zina Innahu Kaana Fahisyah Surat Al Isra Ayat 32: Jangan Kamu Dekati Zina

Laa Ba'sa Thohurun Insyaallah" (لا بَأسَ طَهُورٌ إِن شَاءَ اللَّهُ), secara harfiah artinya adalah "Tidak ada bahaya, Itu bersih jika Allah menghendaki." 

Ungkapan ini berasal dari sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau berkunjung ke rumah seorang yang sedang sakit.

Dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk (ke rumah) seorang lelaki dalam rangka menjenguknya. Maka beliau bersabda: La ba’sa thohuurun insyaallah.” (Hr. Bukhari)

Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berkunjung ke rumah seseorang yang sakit.

Beliau mengucapkan "Laa Ba'sa Thohurun Insyaallah" untuk memberikan semangat dan penghiburan kepada orang yang sakit.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa seseorang adalah untuk membersihkan diri (seperti mandi atau membersihkan tempat tidur) adalah suci dan tidak akan membahayakan kesehatan.

Maka, arti Laa Ba’sa Thohurun Insyaallah sering dipahami sebagai, "Tidak ada bahaya. Ia merupakan penghapus (dosa) jika Allah menghendaki."

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

Islam telah mengajarkan umatnya untuk saling peduli.

Satu di antaranya bentuk kepedulian itu yaitu menjenguk kerabat, teman hingga tetangga yang sakit.

Bukan tanpa alasan, Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang saling mencintai dan peduli satu sama lain.

Terlebih menjenguk orang yang sakit merupakan salah satu perbuatan mulia di hadapan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Dikutip dari muslim.id, keutamaan menjenguk orang yang sakit berpahala besar karena bagian dari hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِسِ

"Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Baca juga: Arti La Tajassasu Wala Tajassasu, Larangan Membuka Aib dan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain

Dalam hadist Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam bersabda keutamaan menjenguk muslim lain:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras."

"Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba."

"Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Selain itu dijelaskan pula dalam hadist berikutnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ عَادَ مَرِيضًا نَادَى مُنَادٍ مِنْ السَّمَاءِ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا

"Siapa yang menjenguk orang sakit, maka ada seorang yang berseru dari langit: kamu adalah orang baik, dan langkahmu juga baik dan engkau berhak menempati satu tempat di surga." (HR. Ibnu Majah, al-Tirmidzi, dan ahmad.

Baca juga: Arti Ala Inna Fil Jasadi Mudghatan Hadits tentang Segumpal Daging, Jika Baik Maka Baik Seluruh Tubuh

Hadist tersebut dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Misykah no. 5015. Ibnu Hibbad juga menshahihkannya sebagaimana yang disebutkan Ibnul Hajar dalam Al-Fath)

Selanjutnya, tentu saja muslim yang menjenguk orang yang sakit (kerabat, teman atau tetangga) maka hendaknya memanjatkan doa orang yang sakit.

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/TribunJabar.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.