Oleh :
Odemus Bei Witono
(Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan)
MOMEN Natal dan Tahun Baru selalu membawa pesan pembaruan dan harapan.
Semangat inilah yang terasa sangat kental saat saya berkesempatan mengunjungi komunitas SJMJ (Societas Jesu Maria Joseph) di Manado baru-baru ini.
Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan intelektual yang membuka mata tentang dedikasi di balik dunia pendidikan Katolik.
Di sana, saya beruntung dapat berjumpa langsung dengan Ketua Pengurus Yayasan, Suster Casparina Weridity, SJMJ beserta sembilan suster lainnya. Pertemuan ini menjadi istimewa karena memancarkan energi positif luar biasa.
Meski dalam suasana perayaan yang santai, topik mengenai masa depan generasi bangsa tidak pernah luput dari diskusi kami, menunjukkan betapa pendidikan telah menyatu dalam pengabdian mereka.
Satu hal yang paling berkesan dari pertemuan tersebut, yakni daya antusiasme yang luar biasa dari para suster.
Ada semangat yang menyala-nyala untuk terus memajukan sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Joseph Eka Ene.
Antusiasme ini bukan sekadar optimisme kosong, melainkan sebuah dorongan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi para siswa dan tenaga pendidik.
Kami berdiskusi panjang mengenai berbagai peluang pengembangan sekolah yang ada di depan mata.
Tantangan zaman yang semakin dinamis menuntut lembaga pendidikan untuk tidak berpuas diri.
Saya melihat bahwa yayasan ini memiliki pandangan visioner dalam melihat celah untuk bertumbuh, baik dari sisi metode pembelajaran maupun manajerial.
Fokus utama yang menjadi bahan pembicaraan adalah kebutuhan akan renovasi dan perbaikan fasilitas sekolah.
Kita harus mengakui bahwa lingkungan fisik sekolah memainkan peran krusial dalam menghasilkan ekosistem belajar kondusif.
Fasilitas yang memadai merupakan bentuk penghargaan kita terhadap martabat para siswa yang sedang menimba ilmu.
Renovasi atau pembangunan gedung baru bukan sekadar soal estetika atau bangunan fisik semata.
Lebih dari itu, perbaikan fasilitas menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan bahwa anak-anak didik kita belajar di tempat yang aman, nyaman, dan relevan dengan perkembangan teknologi masa kini.
Komitmen Suster Casparina dan timnya dalam hal ini patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Sangatlah penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa kemajuan sekolah perlu diupayakan secara kolektif dan konsisten.
Pendidikan tidak boleh berjalan di tempat. Sekolah sepatutnya menjadi institusi dinamis, yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai moral yang menjadi fondasinya.
Upaya memajukan sekolah ini membutuhkan sinergi antara yayasan, sekolah, dan masyarakat luas.
Di bawah kepemimpinan Suster Casparina, saya optimis bahwa pengurus Yayasan Joseph Eka Ene mampu menakhodai sekolah-sekolah tersebut menuju standar kualitas yang lebih tinggi.
Semangat pengabdian mereka adalah bahan bakar utama bagi transformasi ini.
Momen haru sekaligus reflektif terjadi tepat pukul 12.00 siang. Di tengah hiruk-pikuk diskusi, kami berhenti sejenak untuk mendaraskan Doa Malaikat Allah (Angelus).
Tradisi ini mengingatkan bahwa segala upaya manusiawi kita, termasuk dalam memajukan pendidikan, harus selalu diletakkan di bawah penyertaan dan bimbingan Ilahi.
Setelah doa yang khusyuk tersebut, kebersamaan berlanjut ke meja makan. Makan siang bersama ini menjadi ruang diskusi yang lebih intim dan cair.
Sambil menikmati hidangan, bincang-bincang mengenai strategi pengembangan sekolah terus mengalir, membuat perpaduan harmonis antara persaudaraan dan profesionalisme.
Dalam obrolan tersebut, semakin jelas bahwa pengembangan sekolah bukanlah proyek jangka pendek, melainkan sebuah misi berkelanjutan.
Setiap langkah kecil dalam perbaikan fasilitas atau inovasi kurikulum adalah bagian dari puzzle besar untuk membentuk karakter anak bangsa yang unggul dan berintegritas.
Menutup kunjungan tersebut, saya bersama keluarga adik bungsu pulang dengan perasaan penuh inspirasi.
Pertemuan dengan komunitas SJMJ di Manado telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan panggilan hati.
Dengan antusiasme yang dimiliki para suster, masa depan sekolah-sekolah di bawah Yayasan Joseph Eka Ene niscaya akan semakin cerah dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)