Tak Ada yang Peduli dengan Sriwijaya FC Saat ini di Tempat Sendiri
January 03, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Nasib Sriwijaya FC, klub bersejarah yang pernah berjaya di pentas sepak bola nasional, kini berada di titik nadir. Bursa transfer putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26 yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan, justru diselimuti kabut ketidakpastian.

Semula harapan besar bakal bangkitnya Sriwijaya FC sempat muncul ketika isu akuisisi oleh investor baru berhembus. Publik menanti solusi finansial yang bisa membuka jalan belanja pemain anyar di awal tahun 2026. Namun hingga kini, belum ada kabar baik. 

“Belum ada updatenya,” kata Direktur Kompetisi PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Berman Limbong SH MH yang juga Kuasa Hukum Sriwijaya FC ketika dikonfirmasi Sripoku.com terkait rencana akuisisi SFC.

Sementara Direktur Olahraga PT SOM Anggoro Prajesta maupun Juru Bicara manajemen Sriwijaya FC Muhammad Moeslim coba dikonfirmasi, hingga kini masih belum memberikan penjelasan.

Jeritan Hati Mohammad David
Di tengah sunyi manajemen, suara lantang justru datang dari Mohammad David, Wakil Presiden Sriwijaya FC nonaktif. Lewat pesan WhatsApp penuh emosi.

"Tak ada yang peduli dengan klub Sriwijaya FC saat ini. Hanya hinaan dan cacian yang diterima saat ini melalui media sosial. Sedih melihatmu saat ini jatuh di tangan yang tak tepat. Saat ini kebencian yang diterima oleh klub Sriwijaya FC ini tanpa ada solusi dan tergeraknya hati orang-orang untuk menyelamatkanmu."

Ungkapan Mohammad David itu disertai emoji tangis, seolah menggambarkan luka batin seorang pecinta klub Sriwijaya FC yang kini hanya bisa menatap dari kejauhan.

Tak hanya WhatsApp Wakil Presiden Sriwijaya FC nonaktif, Mohammad David, para ofisial tim Sriwijaya FC lainnya memasang foto mantan Asisten Manajer Tim SFC yang pernah menyelematkan di babak play-off degradasi musim kompetisi Pegadaian Championship 2024/25 lalu. 

"Angkat derajat kami Ya Allah. Izinkan kami berhasil di atas keraguan orang-orang yang telah merendahkan kami, bantu klub Sriwijaya FC ini bangkit dari tangan orang-orang yang mencintai klub ini," tulis Mohammad David. 

"Sedih tak ada yang peduli dengan klub bersejarah ini di tempat sendiri. Hanya cacian yang kami dapat. Kami pasrah hanya menunggu mukjizatmu Ya Allah," tulis Mohammad David yang juga Ketua Umum Askot PSSI Palembang dengan emoji sedih melihat nasib Sriwijaya FC. 

Mohammad David juga sebelumnya menyesalkan, adanya upaya keras yang tidak senang Sriwijaya FC ini yang hanya menghujat.

Ia masih berharap bakal ada mukjizat yang bisa mengulurkan pertolongan di masa-masa genting nasib Sriwijaya FC saat ini.

“Akankah Sriwijaya FC menjadi kenangan. Aku cinta SFC. Apapun yang terjadi ingin tetap kuperjuangkan,” tulis David, disertai emoji tangis.

Unggahan singkat itu terasa seperti jeritan hati seseorang yang pernah mencurahkan segalanya, namun kini hanya bisa memandang dari kejauhan. Tak terasa, sudah lebih hampir dua bulan David menyatakan mundur dari kepengurusan Sriwijaya FC.

OT SRIWIJAYA FC - Momen pemain Sriwijaya FC melaksanakan sesi Official Training (OT) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Jumat (26/12/2025) sore dengan 18 pemainnya. Sang arsitek Budi Sudarsono menyakinkan anak asuhnya untuk bisa berjuang melawan PSMS Medan.
OT SRIWIJAYA FC - Momen pemain Sriwijaya FC melaksanakan sesi Official Training (OT) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Jumat (26/12/2025) sore dengan 18 pemainnya. Sang arsitek Budi Sudarsono menyakinkan anak asuhnya untuk bisa berjuang melawan PSMS Medan. (Sripoku.com/Angga)

Baca juga: Sriwijaya FC Bakal Kubur Mimpi Datangkan Michael Enu, Deadline KITAS

Pamitan getir itu sebelumnya ia sampaikan lewat sebuah video TikTok pada Sabtu (8/11/2025). Dengan suara tertahan, Mohammad David mengakui telah berusaha semaksimal mungkin untuk Sriwijaya FC, sebelum akhirnya memilih melangkah pergi di tengah badai kritik fans, suporter.

“Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk Sriwijaya FC,” ucapnya lirih.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.