Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dalam musibah banjir bandang menerjang Bireuen.
Data sementara di Bireuen ada 16 ribu rumah rusak ada 3.000 lebih rusak berat tidak bisa ditempati lagi dan juga hilang dibawa arus banjir dan tanah longsor.
Di jajaran Kankemenag Bireuen sebanyak 1.274 rumah para ASN terendam lumpur.
Hal tersebut disampaikan Kankemenag Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd dalam pertemuan memperingati HAB ke 80 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu Bireuen, Sabtu (3/1/2026).
Disebutkan, para ASN di lingkungan Kementerian agama yang selama ini dengan tegar dan tulus melayani umat, kini 1.274 di antara mereka harus menyaksikan rumah mereka terendam banjir dan lumpur, harta benda tersapu arus.
Kemudian, ada 55 madrasah terdapat lumpur dan luapan banjir sehingga semua mobiler hancur.
Lebih dari 3000 peserta didik terdampak, sehingga seluruh perlengkapan sekolah hilang.
Baca juga: Derita Warga Alue Kuta Jangka Bireuen, Rumah Hanyut Ke Laut, Jembatan Putus, Tiang Listrik Tumbang
Dua belas rumah hilang tanpa bekas, satu pondok pesantren, tempat di mana santri menimba ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah, ambruk dan hancur, masjid - masjid terdampak lumpur.
"Dan yang paling memilukan hati yang membuat air mata tak tertahankan, asa dua orang siswa yang masih belia dan seorang ASN yang penuh dedikasi telah dipanggil pulang oleh Sang Khaliq pasca bencana hidrometeorologi," ujarnya.
Seorang ASN tersebut bernama M Nazir salah seorang operator pada MIN 35 Matang Masjid, Peusangan.
Kemudian, Zahrul Fitrah siswa kelas IIB MIN 43 Cot Ara dan Muhammad Hanif siswa kelas I MIN 43 Cot Ara meninggal dunia pasca banjir.
Anis SAg mengatakan, seorang ASN dan dua murid MIN meninggal dunia pasca banjir bandang. (*)
Baca juga: 119 KK Warga Blang Guron-Bireuen Terdampak Banjir, Banyak Rumah Belum Dibersihkan dari Lumpur