Presiden Nicolás Maduro Ditangkap, Elon Musk Umumkan Starlink Gratis di Venezuela
January 05, 2026 08:06 PM

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Motif dagang Amerika Serikat mulai terungkap dari operasi militer penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro (63) dan istrinya, Cilia Flores (69), di Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu (4/1/2026) dini hari.

Di hari yang sama, CEO SpaceX Elon Musk (54), mengumumkan layanan gratis internet global, Starlink bagi 31,2 juta penduduk Venezuela.

Layanan gratis sebulan, mulai berlaku 3 Februari 2026.

“Ini dukungan kami untuk rakyat Venezuela,” tulis Elon Musk, di akun X-nya, pukul 10.39 waktu Amerika, Minggu (4/1/2026).

Kedermawanan Musk ini, diumumkan hanya beberapa saat setelah dia mem-posting “had lovely dinner" (makan malam indah) Musk dengan Presiden Amerika Donald Trump (79) dan istrinya, Melania Knauuss Trump (55).

Makan Malam

Analis dan media sosial oposisi Amerika, menyebut Musk sudah mendapat kabar langsung detail operasi penangkapan Maduro dari Trump.

Informasi ini termasuk; evakuasi Maduro dan istrinya, dari Caracas ke Amerika, dan rencana dimulainya persidangan di New York, Senin (5/1/2026) hari ini.

Bagi Musk, makan malam ini memang “sungguh indah”. 

Selama beberapa waktu, hubungan Trump dan Musk, dikabarkan rusak.

Musk mundur dari jabatan penasihat ekonomi senior dan kepala komisi efisiensi pemerintahan, setelah menjabat 130 hari.

Silang pendapat terbuka ini dipicu rancangan undang-undang pajak usulan Gedung Putih yang oleh Musk 

Padahal, sepanjang pencalonan kedua Trump sebagai presiden, 2023 hingga pelantikan Trump, Januari 2025, Musk adalah bestie sekaligus penyokong utama presiden usungan Partai Republik ini.

Akun resmi Presiden Trump di akun X, —situs microblog exTwitter milik Musk— bahkan mem-posting gambar Maduro dengan mata tertutup dan diborgol saat diterbangkan dengan helikopter dari Caracas ke kapal induk USS Iwo Jima” sebelum diterbangkan 3,2 jam ke New York.

Di momen bersamaan, Jaksa Agung Amerika, Pam Bondi (60), juga memposting rencana tuntutan mahkamah Amerika untuk Maduro, terkait kejahatan dan konspirasi peredaran narkoba, perdagangan senjata, dan terorisme global. (narco-terrorism conspiracy).

“Mereka akan menghadapi kemurkaan   hukum Amerika di Tanah Amerika dan dengan sistem peradilan Amerika,” tulis Bondi.

Operasi meringkus Maduro ini, berselang 19 hari sebelum setahun pemerintahan kedua Trump.

Dalam 30 tahun terakhir, belum pernah ada presiden dan istri yang ditangkap di istananya atas perintah presiden negara lain, selain Maduro. 

Koneksi Internet

Hingga Senin (5/1/2026), jaringan internet dan selular di Caracas dan Venezuela, dilaporkan mulai melambat, sejak operasi militer “Operasi Tombak Selatan” mulai dilancarkan militer Amerika, September 2025 lalu.

Dengan koneksi internet berbasis satelit dari Starlink, akses internet di Venezuela akan sepenihnya dikendalikan dari Amerika.

Baca juga: Serangan AS ke Venezuela Picu Harga Emas Naik? Pengamat: Tidak Signifikan

Data Global Digital Insight lansiran DataReportal awal 2025, sambungan internet masih  38,4 persen pupulasinya 31,5 juta belum punya akses internet ((Wi-Fi, DSL, fiber, dll).

Data juga mengkonformasi ada sekitar 22,5 juta atau sekitar 79,1 persen penduduk Venezuela tercatat jadi pengguna aktif selular (voice, SMS, dan data selular).

Di Venezuela setidaknya ada empat operator selular.

Ada Movistar Venezuela, ini grup dari  Telefónica, raksasa operator selular  asal Spanyol.

Jaringannya terluas dan menjangkau kota besar, termasuk Caracas.

Ada juga perusahaan BUMN Movilnet.

Penyedia jasa 2G, 3G, dan 4G LTE, ini masih terbatas dan kalau jauh dari Movistar.

Selain keduanya ada juga, Digitel.

Ini operator swasta lokal nomor tiga dan mulai ujicoba layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) di beberapa wilayah tertentu.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.