Tangis Pecah, Pelajar yang Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal di Konawe Selatan Sulawesi Tenggara
January 05, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pelajar Rafli (14) yang diterkam buaya di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), ditemukan meninggal dunia, Senin (05/01/2026) petang.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Desa Awonio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konsel, Provinsi Sultra.

Rafli sebelumnya dilaporkan hilang diduga diterkam buaya saat beraktivitas di sekitar sungai setempat.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari, Wahyudin, membenarkan informasi ditemukannya korban. 

“Iya benar (sudah ditemukan),” katanya saat dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com.

Berdasarkan foto dan video yang diterima, terlihat suasana duka menyelimuti rumah kayu tempat jenazah korban disemayamkan.

Isak tangis pecah saat petugas gabungan dari Basarnas dan TNI membawa jenazah remaja tersebut ke hadapan keluarga.

Baca juga: Suara Bergetar Aqila Ceritakan Detik Mencekam Pelajar Rafli Diterkam Buaya di Konawe Selatan

Dalam salah satu foto, terlihat petugas berseragam oranye dan pelampung bertuliskan “Basarnas 304" dan anggota TNI berseragam loreng mengawal proses evakuasi di dalam rumah. 

Di tengah ruangan, sesosok tubuh telah ditutupi kain putih terbujur kaku di atas karpet bercorak.

Seorang pria tua terlihat tak kuasa menahan tangis sambil menunjuk ke arah jenazah.

Sementara, sejumlah wanita bersimpuh di samping korban dengan raut wajah penuh kesedihan.

Kondisi di lokasi tampak padat oleh warga yang berkerumun untuk menyampaikan bela sungkawa. 

Beberapa warga juga terlihat mengenakan jas hujan, mengisyaratkan proses pencarian dilakukan di bawah cuaca mendung atau hujan.

Kejadian ini menimpa RA (14), saat sedang beraktivitas di sungai, Senin (5/1/2026) siang.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin, mengatakan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 13.05 wita.

Korban yang baru saja pulang sekolah mengajak rekannya menuju sungai untuk mandi sekaligus mencuci pakaian.

Namun, saat sedang berada di air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam korban di hadapan teman-temannya.

Upaya pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh keluarga dan warga sekitar dengan peralatan seadanya.

Tetapi keberadaan RA tak kunjung ditemukan.

KPP Kendari menerima laporan korban diterkam buaya sekitar pukul 15.10 Wita dari BPBD Konawe Selatan.

“Sekira pukul 15.30 Wita, tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP),” jelas Amiruddin dalam keterangan tertulisnya.

Jarak Desa Awunio dengan Kantor KPP Kendari di Jalan Kapten Piere Tendean, Kecamatan Baruga sekira 64 kilometer (km).

(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.