Profil Pendidikan Delcy Rodriguez, Pemimpin Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS
GH News January 05, 2026 08:09 PM
Caracas -

Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela menjadi pemimpin sementara Venezuela usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap AS. Bagaimana profil pendidikan dan sepak terjang Rodriguez selama ini?

Diketahui, Delcy Rodríguez sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela. Melansir CNN, usai Presiden Nicolas Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dalam operasi militer Amerika Serikat, kekuasaan eksekutif langsung dialihkan kepada Rodríguez.

Proses ini sesuai ketentuan konstitusi Venezuela, khususnya Pasal 233 dan 234, yang menyatakan bahwa wakil presiden mengambil alih tugas presiden apabila terjadi ketidakhadiran kepala negara, baik bersifat sementara maupun permanen.

Sesaat setelah Presiden Maduro dan istrinya, Cillia Flores, ditangkap AS, Rodríguez memimpin rapat Dewan Pertahanan Nasional didampingi jajaran menteri dan pejabat tinggi negara.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah VTV (Venezolana de Televisión), ia mengecam operasi militer AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.

"Kami menyerukan kepada rakyat di tanah air besar ini untuk tetap bersatu, karena apa yang dilakukan terhadap Venezuela bisa dilakukan terhadap siapa pun. Penggunaan kekuatan brutal untuk membengkokkan kehendak rakyat bisa dilakukan terhadap negara mana pun," kata Rodríguez, dalam keterangannya yang dikutip detikEdu, Senin (5/1/2026).

Profil Pendidikan Delcy Rodriguez

Dilansir Reuters, Delcy Rodríguez lahir di Caracas, Venezuela, pada 18 Mei 1969. Ia merupakan putri dari pejuang gerilyawan kiri Jorge Antonio Rodriguez, pendiri partai revolusioner Liga Sosialis pada tahun 1970-an.

Perempuan asli Caracas ini menempuh pendidikan hukum di Central University of Venezuela, salah satu kampus terbaik di Amerika Latin, dan lulus pada 1993. Selama kuliah, ia aktif berorganisasi dan menjadi pemimpin organisasi mahasiswa. Rodríguez juga sempat mengikuti program spesialisasi hukum ketenagakerjaan di Paris, meski tidak menyelesaikannya saat itu.

Setelah itu, Rodríguez mengajar hukum di universitasnya dan pernah menjabat presiden serikat dalam Asosiasi Pengacara Ketenagakerjaan Venezuela. Pengalaman ini menegaskan bahwa karier awalnya lebih banyak berkutat pada hukum dan institusi sebelum ia terjun ke dunia politik.

Perjalanan Politik dan Aktivisme Sosial

Karier politik Rodriguez erat terkait dengan chavismo, gerakan yang didirikan Hugo Chávez (presiden Venezuela periode 1999-2013) dan dilanjutkan oleh Maduro. Bersama saudaranya, Jorge Rodríguez, yang kini menjabat presiden Majelis Nasional, ia menjadi tokoh sentral sejak akhir masa Chávez hingga pasca kematian Chavez pada 2013.

Rodríguez memulai perannya di kabinet sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi (2013-2014), mengelola pesan pemerintah di tengah ketegangan domestik dan sorotan internasional.

Pada 2014, ia diangkat menjadi Menteri Luar Negeri hingga 2017, mewakili Venezuela di forum internasional, termasuk PBB, menentang campur tangan asing, dan membela pemerintah Maduro dari tuduhan pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia. Pada 2017, Rodríguez menjadi presiden Majelis Konstitusi Nasional, badan yang dibentuk setelah oposisi memenangkan kendali atas Majelis Nasional.

Tahun 2018, Maduro menunjuk Rodríguez sebagai wakil presiden eksekutif untuk masa jabatan keduanya, jabatan yang ia pertahankan hingga masa jabatan ketiga Presiden Maduro pada 2025. Selain itu, ia juga memegang posisi menteri ekonomi, keuangan, dan perminyakan, menempatkannya di pusat kebijakan fiskal dan energi Venezuela.

Menurut konstitusi, posisi Rodríguez bersifat sementara. Namun, pengalaman dan pengaruhnya mencerminkan kontinuitas politik yang ia bentuk selama lebih dari dua dekade.

Pendidikan hukumnya, kiprahnya di berbagai posisi eksekutif dan legislatif, serta kendalinya atas portofolio ekonomi utama menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan Venezuela.

Kepemimpinan Rodríguez mencerminkan konsolidasi sistem yang telah ia bantu bangun, sekaligus menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas politik negara di tengah krisis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.