KOMEDI Padji Pragiwaksono Dikritik Tompi dan Ina Liem, Dinilai Tak Pantas Hina Fisik Wapres Gibran
Tribun January 05, 2026 11:27 PM

Pakar Pendidikan Ina Liem dan musisi dr Tompi mengkritik komedi Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea. 

Mereka menilai Pandji telah menghina fisik dari Wapres Gibran Rakabuming.  

Menurutnya komedi yang mengarah pada penghinaan fisik tidak pantas dijadikan komedi. 

Pakar pendidikan, Ina Liem menyampaikan keprihatinannya terhadap arah komedi yang menurutnya semakin sering menjadikan perendahan fisik orang lain sebagai lelucon. 

Padahal, dampak candaan semacam itu bisa sangat merugikan. 

"Coba deh berhenti sejenak, bayangkan wajah anak-anak kalian sendiri, orang tua kalian dipakai sebagai bahan candaan publik, masih bisa ketawa enggak? Pantas enggak?" kata Ina Liem seperti dikutip dari Instagram Ina Liem pada Senin (5/1/2025). 

Menurutnya, bercandaan tetap memiliki batas moral yang tidak boleh dilanggar. 

Ia menegaskan bahwa menghina tampang atau kondisi fisik seseorang bukan sekadar persoalan selera humor, tapi menyentuh martabat manusia. 

"Menghina tampang manusia itu bukan masalah selera humor. itu menghina karya Tuhan, yang kalian tertawakan itu karya ciptaan tuhan. Bawaan yang tidak bisa diubah," katanya.

Ia juga menyinggung peran public figure dalam membentuk budaya publik. 

Ia menilai apa yang diucapkan figur publik mudah dinormalisasi dan ditiru. 

"Dr Tompi mungkin bisa (mengubah fisik). Tapi justru beliau sendiri ikut menyampaikan keprihatinan dan menegaskan itu bukan kritik yang cerdas," jelasnya. 

Ina Liem menegaskan bahwa stand up comedy harusnya menjadi seni yang juga memiliki tanggung jawab moral. 

Respons dr Tompi

Sejalan dengan Ina Liem, dr Tompi juga menyampaikan pandangan kritisnya. 

Ia menegaskan bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang apapun konteksnya, bukan lah bentuk kritik yang cerdas. 

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Apa yang terlihat "mengantuk" pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," kata Tompi. 

Menurutnya, kritik, satire dan humor tetap sah dalam ruang publik. 

Namun, merendahkan kondisi tubuh seseorang justru bukan sebuah lelucon yang cerdas. 

"Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir. Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya," katanya. 

Kendati demikian, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan materi lawakan Pandji di Mens Rea. 

Ia menyebut telah menonton special show tersebut di platform digital dan menilai banyak materi yang berbobot. 

"Btw sy nonton shownya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.