BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry Petra.
Tengku Muhammad Fakhry pernah menikahi artis Tanah Air, Manohara Odelia Pinot.
Pernikahan tersebut terjadi pada 2008 silam saat usia Manohara 17 tahun.
Menjadi anggota keluarga kerajaan ternyata tak membuat hidup Manohara dipenuhi kebahagiaan.
Manohara mengalami KDRT saat menjadi istri Tengku Muhammad Fakhry.
Ia bahkan telah diperlakukan dengan kasar oleh sang suami sejak malam pertama.
Baca juga: Wapres Gibran di-Body Shaming Pandji soal Mata Ngantuk, Tompi Ingatkan Hal Ini: Bukan Bahan Lelucon
Pernah lakukan kekerasan terhadap Manohara, berikut ini sosok Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry Petra.
Tengku Muhammad Fakhry Petra adalah Pangeran Mahkota Kelantan, Malaysia.
Ia merupakan putra kedua dari Sultan Ismail Petra dan Raja Perempuan Tengku Anis.
Muhammad Fakhry memiliki kakak bernama Tengku Muhammad Faris Petra.
Hubungan keduanya sempat memanas usai rumah tangga Fakhry dengan Manohara menggegerkan publik.
Penyebab perseteruan berawal dari dirilisnya pernyataan pers mengenai kisruh rumah tangga antara sang pangeran dengan istrinya, Manohara, yang disiarkan pada 15 Juni 2009.
Tengku Fakhry menuduh dua pejabat istana sengaja menyebarkan fitnah tentang rumah tangganya karena bersekutu dengan kakaknya.
Ia lantas memasukkan gugatannya pada 10 Agustus 2009.
Selain dengan sang mantan istri, kala itu sosok mantan suami Manohara Tengku Fakhry juga berseteru dengan kakaknya hingga bak 'diusir' dari Kerajaan Kelantan.
Penerus tahta Kerajaan Kelantan, Tengku Muhammad Faris Petra yang tak lain adalah kakak Tengku Fakhry membuat mantan suami Manohara 'terusir' dari kerajaan.
Perseteruan kakak-beradik tersebut mulai terjadi saat Faris Petra dijadikan pemangku Sultan Kelantan sejak ayah mereka masuk rumah sakit.
Perselisihan itu lalu coba ditangani oleh Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur.
Hakim akan memberikan keputusan setelah mendengar dan mempelajari kuasa prerogatif pemerintah.
Hakim yang bertugas kala itu meminta Tengku Muhammad Fakhry, yang diwakili pengacaranya, K. Shanmuga, untuk menjelaskan persoalan yang terjadi sebelum mengambil keputusan.
Tak mau berbaik hati pada sang adik, kakak kandung Tengku Fakhry pun membatalkan pelantikan mantan suami Manohara sebagai anggota majelis Kerajaan Negeri Kelantan pada 16 September 2009.
Beberapa media Malaysia sempat mengabarkan bahwa Tengku Fakhry sempat mengajukan permohonan pada Mahkamah Tinggi agar membatalkan keputusan kakaknya itu.
Keputusan ini menjadi penanda 'diusirnya' Tengku Fakhry dari Kerajaan Kelantan.
Menurut aturan lembagaan Kelantan, majelis bertanggungjawab untuk menentukan bakal pengganti Sultan dan memastikan tak ada kekosongan pemerintahan lebih dari setahun.
Fakhri Ditangkap Polisi
Melansirkompas.com, mantan suami Manohara, Pangeran Tengku Muhammad Fakhry, ditahan polisi sesaat setelah keluar dari Istana Mahkota, Kubang Kerian, Kota Bharu, Malaysia, Selasa (4/5/2010) malam.
Menurut Harian Kosmo, Malaysia, Rabu (5/5/2010), Tengku Fakhry ditahan bersama dua dokter dan beberapa pengawal pribadi Sultan Kelantan Tuanku Ismail Petra.
Harian Kosmo mengutip sumber Istana Kelantan, mantan suami Manohara dan putra Sultan Kelantan itu ditahan polisi sekitar 50 meter dari pintu Istana Mahkota saat ia hendak keluar Istana. Kejadiannya pada Selasa sekitar pukul 19.30.
Fakhry ditangkap karena diduga ada kaitannya dengan peristiwa penembakan pengawal kakaknya, Pangeran Muhammad Faris Petra.
Baca juga: Sosok Kristian Hansen Pacar Baru Manohara, YouTuber Asal Denmark, Pernah Bangun Jembatan di Wakatobi
Pangeran Faris selaku Pemangku Sultan Kelantan mencopot adiknya, Pangeran Fakhry, sebagai anggota dewan pemerintahan Istana Kelantan.
Konflik ini meruncing dan diduga ada kaitannya dengan peristiwa penembakan pengawal Pangeran Faris pada 1 Mei 2010 lalu.
Pengawal itu tidak meninggal. Saat ini polisi sedang menyelidiki kasus ini.
Fakhry ditangkap saat keluar dari Istana ketika ikut mengantar Sultan Kelantan Tuanku Ismail Petra yang hendak pergi berobat.
Namun, baru saja keluar dari gerbang Istana Mahkota, sekitar 50 meter sudah ditahan pasukan komando khusus polisi dan membawa rombongan Sultan ke Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM), Kubang Kerian, Penang.
Mobil pangeran Fakhry tidak boleh ikut. Ia dan beberapa pengawal pribadinya ditahan untuk tidak keluar dari Istana.
Manohara Odelia Pinot ogah disebut mantan istri dari Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra.
Dengan tegas model dan aktris berdarah Amerika Serikat itu menyebut dirinya sebagai korban pelecehan.
Pernyataan itu disampaikan Manohara lewat akun media sosial Instagramnya @manodelia, Selasa (7/1/2026).
Menurutnya, penyebutan mantan istri menjadi kesalahan fatal.
Istilah tersebut, menurut dia, menyiratkan adanya hubungan dewasa yang didasari persetujuan bersama dan legalitas yang sah.
"Apa yang terjadi selama masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah," tulis Manohara dalam surat terbukanya.
Ia mengingatkan publik bahwa saat peristiwa itu terjadi, dirinya masih di bawah umur, yakni 15 tahun. Sementara si pria telah berusia 30-an tahun.
Ditegaskannya, bahwa situasi tersebut merupakan bentuk paksaan, bukan sebuah pilihan hidup yang ia jalani secara sukarela.
Manohara juga mengkritik cara media membingkai kekerasan atau paksaan sebagai sebuah hubungan formal.
Ia menyamakan situasi ini dengan korban pelecehan seksual yang tidak sepatutnya disebut sebagai "mantan pacar" dari pelakunya.
"Ketika pelecehan berulang kali digambarkan sebagai sebuah hubungan, itu mengajarkan masyarakat untuk melihat paksaan sebagai persetujuan, dan anak-anak sebagai peserta, bukan korban," tegasnya.
Baca juga: Nasib Kades Wahyu usai Keluarga Intimidasi Holis, Bakal Diaudit Inspektorat dan Dipanggil Gubernur
Manohara Odelia tak sudi disebut sebagai mantan istri dari Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry Petra, yang sejak Januari 2024 berstatus Putra Mahkota.
Melalui unggahannya di Instagram, Manohara meminta secara resmi media dan platform digital lainnya untuk berhenti menggunakan label "mantan istri" saat merujuk pada dirinya.
Baginya, permintaan ini bukan sekadar urusan mengungkit masa lalu, melainkan soal akurasi sejarah dan martabat penyintas.
Ia berharap bahasa yang digunakan media lebih bertanggung jawab dan tidak lagi membingkai situasi paksaan yang melibatkan anak-anak sebagai hubungan orang dewasa yang sukarela.
Sementara di postingan teranyarnya, Manohara menyinggung soal korban pelecehan seksual.
Dituliskannya bahwa korban tak sepatutnya disebut sebagai mantan pacar atau suami.
"Kita tidak membingkai kekerasan seksual sebagai sebuah hubungan. Kita tidak mengubah pelecehan menjadi cerita yang didasarkan pada persetujuan. Logika yang sama berlaku di sini," tulisnya lagi.
Ia menegaskan yang terjadi saat itu adalah paksaan. Dan oleh karenanya, bahasa atau istilah yang digunakan sangat penting, agar tidak mengalihkan fokus dari kerugian yang dialaminya saat masih kanak-kanak.
"Menyebut korban sebagai "mantan pasangan" atau "mantan suami/istri" dari orang yang menyakiti mereka tidak membuat situasi menjadi lebih sopan atau dapat diterima secara budaya. Itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, itu mengalihkan fokus dari kerugian dan ke anak," terangnya.
"Korban tidak membutuhkan gelar yang menyiratkan pilihan di mana tidak ada pilihan sama sekali. Inilah mengapa bahasa itu penting.
"Ketika pelecehan berulang kali digambarkan sebagai sebuah hubungan, itu mengajarkan masyarakat untuk melihat paksaan sebagai persetujuan, dan anak-anak sebagai peserta, bukan korban."
"Pola pikir itu menyebabkan kerugian nyata, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi gadis-gadis lain yang menyaksikan bagaimana situasi ini dibahas."
"Saya tidak meminta siapa pun untuk merasa kasihan kepada saya. Saya meminta keakuratan. Dan keakuratan berarti tidak menampilkan situasi paksa yang melibatkan anak sebagai hubungan orang dewasa yang sukarela," demikian Manohara mengakhiri surat terbukanya.
Kehidupan Manohara sempat jadi perbincangan publik pada tahun 2008-2009. Ia menikah dengan putra Sultan Kelantan, Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usia 17 tahun.
Pernikahan mereka berjalan singkat. Ibunda Manohara menyebut putrinya mengalami KDRT oleh Pangeran Kelantan tersebut.
Manohara Odelia Pinot curhat tentang hubungannya dengan sang ibu, Daisy Fajarina.
Melalui Instagram Story terbarunya, ia menanggapi pertanyaan seorang warganet yang menyoroti hubungannya dengan sang ibunda.
"Kak maaf kenapa lost contact sama mama? Sorry but I think kalian berdua dulu kayak dekat sekali," tulis warganet tersebut.
Menjawab hal itu, Manohara menegaskan bahwa dirinya bukan kehilangan kontak, melainkan secara sadar memilih untuk menghentikan komunikasi dengan ibunya.
"Saya tidak kehilangan kontak, saya memutus kontak," tulis Manohara dengan tegas.
Ia pun menjelaskan bahwa hubungan mereka tidak sehangat yang selama ini terlihat di hadapan publik.
Menurut Manohara, kedekatan yang tampak hanyalah sebuah citra yang sengaja dipertahankan.
"Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum. Mempertahankan penampilan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol," ungkapnya.
Lebih jauh, Manohara mengungkap pengalaman pahit yang ia alami sejak remaja.
Ia merasa kerap dimanipulasi dan dimanfaatkan demi kepentingan pribadi sang ibunda, yang meninggalkan luka mendalam hingga kini.
"Secara pribadi, saya tumbuh dengan penyiksaan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang penyiksaan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan," tutur Manohara.
"Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari kalian tahu, bersama orang lain, demi keuntungan dirinya. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan hal itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan," sambungnya.
Seiring bertambahnya usia, Manohara mengaku mulai mampu mengendalikan hidupnya sendiri hingga akhirnya memilih memutus hubungan dengan sang ibu.
"Memutuskan kontak tidak datang dari satu kesadaran tiba-tiba. Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Seiring saya tumbuh dewasa, menjadi lebih mandiri, lebih berani, kontrolnya atasku tak berhasil. Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya," pungkasnya.
Baca juga: Siapa Model Majalah Dewasa yang Ngaku Diajak Ridwan Kamil ke Hotel, Dibongkar Safa Marwah: Inisial A
Sebagai informasi, Manohara Odelia Pinot merupakan model berdarah Indonesia–Amerika Serikat.
Ibunya, Daisy Fajarina, berasal dari keturunan bangsawan Bugis, sementara ayahnya, George Manz merupakan warga negara Amerika Serikat.
Nama Manohara dikenal luas di Indonesia sejak 2009 usai mengungkap kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya saat menikah dengan pangeran Kelantan, Malaysia.
Kini, ia telah pensiun dari dunia hiburan dan memilih fokus menjalani perannya sebagai aktivis perlindungan hewan liar.
(Bangkapos.com/SuryaMalang.com/Tribunnews.com/TribunStyle.com)