Bapenda Pangandaran Klaim PAD Pariwisata 2025 Lampaui Target, Tahun 2026 Naik Jadi Rp 50 Miliar
January 05, 2026 11:35 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mengklaim pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2025 sudah melampaui target yang ditetapkan.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan, target PAD retribusi wisata tahun 2025 sebesar Rp 42 miliar berhasil terealisasi hingga Rp 47,5 miliar.

"Target kita Rp 42 miliar dan alhamdulillah realisasinya mencapai Rp 47,5 miliar. Artinya sudah lebih dari target," ujar Sarlan kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Senin (5/1/2026) siang.

Meski demikian, Sarlan mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi ataupun evaluasi untuk ke depannya. 

Terutama terkait akses masuk ilegal atau jalur tikus menuju kawasan wisata yang berpotensi mengurangi PAD.

"Ke depan ini yang harus kita perbaiki bersama. Terutama jalur-jalur tikus. Kita perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar sama-sama berupaya menyadarkan pengunjung untuk masuk melalui pintu resmi," katanya.

Baca juga: 20 Jalur Tikus Menuju Pantai Pangandaran Ditemukan Bapenda, PAD Bocor 10 Persen

Tentu, keberhasilan pencapaian PAD itu tidak lepas dari penerapan sistem aplikasi retribusi serta peningkatan pemahaman petugas di lapangan. 

Karena, petugas retribusi sudah memahami mekanisme pemungutan dan tata cara menyampaikan kepada pengunjung, serta berpegang teguh pada aturan yang berlaku.

"Yang pertama, kita sudah punya aplikasi. Teman-teman retribusi juga sudah paham di lapangan, mulai dari cara menyampaikan ke pengunjung sampai konsisten terhadap aturan," ucap Sarlan.

Dengan pencapaian target di tahun 2025, Bapenda Pangandaran pun menaikkan target PAD dari sektor retribusi wisata pada tahun 2026 menjadi Rp 50 miliar. 

Target ini meningkat dibanding target sebelumnya sebesar Rp 42 miliar."Pada tahun 2026 target kita naikkan menjadi Rp 50 miliar. Insyaallah optimis tercapai," ujarnya.

Tentu, optimisme tersebut didukung oleh capaian pada awal tahun 2026 yang cukup signifikan. Sejak 1 hingga 5 Januari 2026, PAD dari retribusi wisata mencapai Rp 2,5 miliar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.