TRIBUN-GOWA.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), kini menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
RSUD Syekh Yusuf berlokasi Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulsel.
Ini diresmikan oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang didampingi Sekda Gowa, Andy Aziz
Dihadiri, Plt Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa dr Gaffar, Ketua DPRD Gowa, Ramli Rewa dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Husniah mengatakan perubahan status RSUD Syekh Yusuf menjadi BLUD merupakan transformasi dalam pengelolaan keuangan dan manajemen.
Hal ini kata dia, untuk meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, serta mutu pelayanan.
“Tujuannya BLUD antara lain memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas pelayanan, untuk publik,” beber Husniah.
Meskipun pengelolaan rumah sakit dilakukan secara mandiri oleh manajemen RSUD melalui skema BLUD, pengawasan tetap dilakukan oleh pemerintah daerah agar pelayanan tetap sesuai standar dan target yang ditetapkan.
“Pengelolaan dilakukan oleh rumah sakit, tapi dalam pengawasan pemerintah. Tidak ada lagi yang bekerja di luar target, semuanya harus terukur dan profesional,” tegasnya.
Ia menilai penerapan BLUD merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa di bidang kesehatan.
Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Launching BLUD ini kami untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gowa," ucapnya
"Harapan kami, ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan,” lanjut Husniah.
Ia menyebutkan penerapan BLUD bertumpu pada tiga pilar utama
Yaitu, peningkatan kinerja pelayanan publik, fleksibilitas pengelolaan keuangan.
Serta, tata kelola manajemen rumah sakit yang baik.
Menurutnya, status BLUD bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan.
"Orientasi utama tetap pelayanan publik dimana harus semakin cepat, mudah, transparan, dan berkeadilan,” jelasnya.
Ia berharap seluruh jajaran RSUD Syekh Yusuf dapat mengelola BLUD secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Tak hanya itu, penerapan BLUD ini juga untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis dan nonmedis, mengutamakan keselamatan serta kepuasan pasien.
Serta menjadikan rumah sakit sebagai institusi yang humanis, responsif, dan berintegritas.
Selain itu, kerja sama dengan berbagai mitra strategis juga diharapkan terus ditingkatkan.
Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar, mengatakan dengan status BLUD, tanggungjawab RSUD semakin besar.
Sehingga pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan pasien, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia.
Serta lanjutnya, memperbaiki sistem manajemen dan tata kelola rumah sakit, dan memberikan pelayanan yang cepat, ramah, adil, dan berintegritas.
“Kami menyadari keberhasilan BLUD tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi oleh komitmen, disiplin, dan budaya kerja seluruh pegawai," ucapnya
Bagi dia, penerapan BLUD merupakan tonggak penting dalam perjalanan RSUD Syekh Yusuf.
“Status BLUD memberikan ruang bagi kami untuk mengelola rumah sakit secara lebih mandiri, fleksibel, dan profesional, namun tetap berorientasi penuh pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap RSUD Syekh Yusuf dapat terus berkembang menjadi rumah sakit yang unggul, terpercaya, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Gowa.
"Kami juga terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan pelayanan berkelanjutan,” pungkasnya.
Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli