Daftar Kota dan Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat-Sangat Lebat pada Rabu, 7 Januari 2026
January 07, 2026 06:12 AM

TRIBUNNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis kota atau kabupaten yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada Rabu (7/1/2026).

Peringatan dini ini untuk memberikan informasi awal dan tepat waktu kepada masyarakat serta pihak terkait mengenai potensi terjadinya cuaca ekstrem atau bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Potensi hujan terbagi menjadi tiga level yakni Waspada untuk hujan sedang-lebat, Siaga untuk hujan lebat-sangat lebat dan Awas untuk hujan sangat lebat-ekstrem.

Sejumlah kota atau kabupaten diperkirakan masuk dalam level Siaga.

Kota dan Kabupaten Berpotensi Hujan Lebat-Sangat Lebat

Kalimantan Selatan

  • Hulu Sungai Tengah
  • Hulu Sungai Utara
  • Balangan
  • Tabalong

Baca juga: Potensi Gelombang Tinggi BMKG untuk 6-9 Januari 2026: Gelombang Tinggi di Selatan Yogyakarta-Jatim

  • Kotabaru

Sulawesi Selatan

  • Kab/Kota Pangkep
  • Maros
  • Makassar
  • Gowa
  • Takalar

Papua Tengah

  • Deiyai
  • Mimika
  • Paniai

Papua Pegunungan

  • Jayawijaya
  • Yahukimo
  • Pegunungan Bintang
  • Nduga

Baca juga: Potensi Gelombang Tinggi BMKG untuk 5-8 Januari 2026: Siklon Tropis Picu Angin Kencang

Nusa Tenggara Timur

  • Manggarai Barat
  • Manggarai
  • Manggarai Timur
  • Ngada
  • Nagekeo
  • Ende
  • Sikka
  • Flores Timur
  • Lembata
  • Alor
  • Sumba Timur
  • Sumba Tengah
  • Sumba Barat
  • Sumba Barat Daya

Kalimantan Barat

  • Kayong Utara
  • Ketapang

Kalimantan Tengah

  • Kab. Kapuas
  • Barito Selatan
  • Barito Timur

Baca juga: Potensi Gelombang Tinggi BMKG di Perairan Indonesia untuk 4-7 Januari 2026

Prospek Cuaca 6-12 Januari 2026

Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat adanya hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di beberapa wilayah:

Hujan Ekstrem: 

  • DI Yogyakarta (165 mm/hari)
  • Sumatera Barat (159,2 mm/hari)

Hujan Sangat Lebat:

  • Kalimantan Barat (108,6 mm/hari)
  • Maluku (103,3 mm/hari)

Faktor Penyebab (Dinamika Atmosfer)

  • Tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif dan hujan lebat ini dipicu oleh beberapa kondisi dinamika atmosfer, yaitu:
  • La Nina Lemah: Mempengaruhi peningkatan curah hujan.
  • Angin Monsun Asia: Bertiup lebih kuat dari kondisi normal.
  • Seruakan Dingin (Cold Surge): Adanya indeks seruakan dingin yang signifikan.
  • Bibit Siklon Tropis 91S: Keberadaan sistem ini memicu pola cuaca ekstrem.
  • Madden Jullian Oscillation (MJO): Aktif secara spasial di sebagian besar wilayah Indonesia.
  • Gelombang Ekuator: Adanya perambatan gelombang atmosfer yang mendukung pembentukan awan.

(Tribunnews.com/Mohay)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.