BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Kristian Hansen, pacar baru Manohara Odelia Pinot.
Mantan istri Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry Petra ini diketahui tengah menjalin kasih dengan Kristian Hansen.
Hubungan asmara keduanya tercium publik setelah momen perayaan tahun baru 2026.
Berhasil membuat Manohara Odelia Pinot jatuh hati, Kristian Hansen ternyata bukan sosok sembarangan.
Ia merupakan seorang kreator konten asal Denmark.
Sebelum dikenal sebagai YouTuber yang gemar menjelajah pelosok nusantara, Kristian adalah seorang ekspatriat profesional.
Baca juga: Nasib Kades Wahyu usai Keluarga Intimidasi Holis, Bakal Diaudit Inspektorat dan Dipanggil Gubernur
Kristian Hansen dikenal sebagai YouTuber terkenal di Indonesia yang berasal dari Denmark.
Perjalanan Kristian di Indonesia dimulai pada Februari 2020, tepat sebelum pandemi Covid-19 melumpuhkan dunia.
Setelah lima tahun bekerja di perusahaan transportasi dan logistik asal Denmark, ia memutuskan mengambil langkah berani.
Kristian Hasen resign pada tahun 2021 untuk menjadi YouTuber penuh waktu.
Kristian mengaku jatuh cinta pada karakter orang Indonesia yang tetap bahagia meski dalam keterbatasan.
Ia diketahui pernah tinggal di banyak negara Eropa hingga Amerika dan Asia.
Menetap di Indonesia, Kristian bahagia merasakan bagaimana sikap orang Indonesia mengubah kepribadiannya.
Baca juga: Sosok Holis Muhlisin, Penjual Telur Diintimidasi Keluarga Kades usai Viralkan Jalan Rusak
Kristian awal datang ke Jakarta hanya berkutat dengan apartemen, mal dan kemewahan lainnya.
Ia kemudian mulai menemukan hidup saat mulai berinteraksi dengan masyarakat lokal yang ditemuinya ketika sedang bersepeda.
"Aku lebih banyak makan gorengan dibandingkan salad, karena kenapa tidak?" ucapnya dalam salah satu konten di channel YouTubenya.
"Aku bertemu banyak orang yang lebih kurang dari aku. Dalam hal pendapatan, materi yang dimiliki, tapi mereka selalu tersenyum, selalu menawarkanku makanan, menawarkan bantuan," ujarnya.
Interaksi itu yang membuatnya merasa sejak tinggal di Indonesia dia menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kristian pertama kali datang dan bekerja di Indonesia pada Februari 2020, tepat sebelum pandemi Covid-19,.
Ia yang menjalani Work From Home (WFH) saat itu mulai berpikir membuat konten untuk mengisi waktu luang dan kebosanan.
Tapi karena dia seorang yang pemalu, cukup lama bagi Kristian awalnya menyelesaikan satu konten.
Konten pertamanya itu berhasil menarik 5.000 penonton yang membuatnya termotivasi membuat konten lainnya.
Kristian kemudian memiliki ide untuk menjelajah Indonesia dengan tema besar "Sabang sampai Merauke" dengan motor yang dibelinya dari salah satu e-commerce.
Motor dipilih Kristian karena saat itu pandemi Covid-19, sehingga sulit untuk bepergian dengan kendaraan umum.
Dia juga melihat banyak orang Indonesia menggunakan motor sebagai alat transportasi.
Setelah mencoba menjelajah pulau Jawa dengan motor, Kristian saat itu mulai menyadari bahwa motor adalah kendaraan yang paling tepat untuk menjelajah Indonesia.
Dia bisa melewati jalan-jalan kecil dan bertemu ibu-ibu di depan rumah, melewati jembatan kecil, hingga air terjun.
Di tahun 2024, Kristian mencuri perhatian karena insiatifnya membangun jembatan yang sudah rusak di sebuah kampung terapung Sampela, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Dengan donasi yang dibuka dan terkumpul Rp 75 juta dalam waktu tiga hari, Kristian membangun jembatan di sana.
Kristian Hansen mencuri perhatian karena membangun jembatan di Wakatobi.
Kristian Hansen adalah seorang bikers sekaligus konten kreator yang dalam dua tahun terakhir menjelajahi Indonesia.
Setidaknya, Kristian Hansen telah menapakkan kakinya di 14 provinsi.
Saat Kristian Hansen tengah mengunjungi Kepulauan Wakatobi di Sulawesi Tenggara, ia mengunjungi Kampung Terapung Sampela.
Di perkampungan terapung itu Kristian Hansen mengadakan proyek "gotong royong" untuk membantu warga membangun kembali jembatan yang telah rusak.
Ia pun membuka donasi kepada para warganet untuk memperbaiki jembatan rusak di Kampung Sampela tersebut.
Dalam tiga hari, ia pun berhasil mengumpulkan Rp75 juta dari hasil donasi para followers atau pengikutnya.
Dalam salah satu unggahannya di Instagram, Kristian Hansen membagikan cerita tentang pembangunan jembatan tersebut.
"Saat saya sampai pertama kali di perkampungan Sampela, Bajo, perhatian saya tertuju pada sebuah jembatan yang mengapung di antara perkampungan dalam kondisi rusak parah," tutur Kristian Hansen.
"Jadi, pada malam pertama saya di sana, saya memanggil pengikut saya yang setia dan mereka mendengarkan saya dengan jelas," tambahnya.
Hansen bercerita, dalam waktu tiga hari itu, uang hasil donasi bisa membeli lebih dari 20 meter kubik kayu, 50 kilogram paku, dan sebuah gergaji mesin.
Kristian pun merekam bagaimana warga di sana dengan senang bergotong royong untuk membangun ulang jembatan rusak tersebut.
"Tidak ada bayaran, tetapi mereka melakukannya untuk gotong royong," jelas Kristian hansen.
Ia pun berterima kasih kepada para pengikutnya yang telah ikut berdonasi dan berkontribusi dalam pembangunan jembatan itu.
"Terima kasih kepada 300 lebih orang yang berdonasi dan membantu kami mewujudkan ini," tuturnya.
Dilansir dari tayangan videonya berjudul Living 7 Days with the Bajo Tribe (Sampela Village, Wakatobi), Kristian Hansen ternyata tidak hanya membangun jembatan.
Material-material yang ia beli dari uang donasi itu juga digunakan untuk memperbaiki rumah-rumah warga yang dalam kondisi tidak layak.
Semua pengerjaan pembangunan jembatan maupun perbaikan rumah warga ini dilakukan oleh warga bersama-sama.
Kisah Kristian Hansen ini lantas menjadi sorotan viral di media sosial.
Baca juga: Sosok Wahyu, Kades Panggalih yang Keluarganya Intimidasi Holis Imbas Jalan Rusak, Bakal Diaudit
Meskipun proyeknya membangun jembatan rusak dan memperbaiki rumah warga telah selesai, Kristian Hansen memiliki misi selanjutnya.
Misi tersebut adalah untuk membantu warga Sampela membangun masjid di perkampungannya.
Dalam salah satu unggahannya, Kristian Hansen bercerita dirinya dihubungi oleh beberapa orang penting mulai dari bintang sepak bola, aktor, hingga selebriti lainnya.
"Mereka bertanya 'bagaimana kami bisa membantu?' Bantuan terbesar yang bisa dilakukan sekarang adalah membagikan video reel atau YouTube kepada teman dan keluarga," kata Kristian Hansen.
"Saya juga membuat donasi di Kita Bisa, yang sudah mencapai 24 juta untuk pembangunan masjid baru di Sampela," tambahnya.
Dilansir dari Kompas.com, Kristian Hansen bisa dibilang sudah mengunjungi berbagai daerah dengan budaya yang berbeda-beda.
Tentu banyak hal juga yang dia persiapkan selama perjalanan tersebut.
"Banyak hal (yang harus dipersiapkan). Saya pikir hal pertama yang harus dipersiapkan adalah perencanaan," kata Kristian, Senin (22/4/2024).
Motor tentunya harus dalam kondisi yang prima.
Selain itu, direncanakan juga barang apa saja yang dibawa serta bagaimana menempatkannya di motor.
Setelah motor siap, rencanakan perjalanan mau ke mana saja.
Setiap daerah punya tempat yang unik, jadi harus dipersiapkan dengan baik agar tidak kelewatan.
"Karena Indonesia itu sangat banyak hal yang bisa dilihat dan dikunjungi, makanya harus direncanakan," ucap Kristian.
Selain itu, ketika jalan-jalan ke daerah yang berbeda, pikiran juga harus terbuka. Maksudnya adalah menerima orang baru, sampai melakukan hal-hal yang baru.
"Saya rasa banyak orang luar yang ke Indonesia punya ekspektasi yang berbeda. Misal suhu (cuaca) yang sama, dengan di sana, sampai sistem yang bekerja cepat. Tapi, di Indonesia tidak seperti itu," ucapnya.
(Bangkapos.com/TribunnewsMaker.com/Kompas.com)