Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL – Harga kelapa muda di Kabupaten Aceh Singkil saat ini tercatat lebih mahal dibandingkan kelapa tua. Kondisi ini membuka peluang ekonomi bagi warga untuk membudidayakan tanaman kelapa.
Di tingkat petani, harga kelapa muda mencapai Rp10 ribu per butir. Sementara itu, kelapa tua yang menjadi bahan baku utama pembuatan santan dijual di kisaran Rp5 ribu hingga Rp8 ribu per butir di pedagang eceran.
Kelapa muda dijual lebih mahal karena kini dinilai sebagai minuman yang “naik kelas”. Biasanya, kelapa muda disajikan di kawasan wisata dan tempat-tempat tertentu. Bahkan ketika dijajakan di pinggir jalan, kelapa muda tetap memiliki nilai eksklusif sehingga harga yang lebih tinggi dianggap wajar.
Selain itu, terdapat keyakinan di kalangan warga bahwa kelapa yang dipanen saat masih muda tidak dapat lagi dibiarkan menjadi tua. Atas alasan tersebut, pemilik tanaman kelapa cenderung menjual kelapa muda dengan harga lebih tinggi.
Baca juga: Cara Beda Minum Es Kelapa Muda, Silakan Coba Resep Coconut Milkshake ala Chef Devina Hermawan
“Kalau sudah dipetik saat muda, rusak. Tidak bisa lagi dituakan,” kata Erwin, pemilik tanaman kelapa di Kecamatan Singkil Utara, Rabu (7/1/2026).
Tingginya harga kelapa muda menjadi peluang cuan bagi warga Aceh Singkil untuk membudidayakan tanaman kelapa. Selain mudah dirawat, di daerah ini juga masih banyak lahan pekarangan kosong yang potensial untuk ditanami kelapa.
Permintaan kelapa muda pun cenderung meningkat, terutama saat bulan Ramadan. Dengan perawatan dan pemupukan rutin, tanaman kelapa dapat berbuah lebih cepat.
Berdasarkan pengalaman Serambinews.com, tanaman kelapa jenis pandan wangi yang dirawat secara rutin dapat mulai berbuah sekitar tiga tahun setelah tanam. (*)