AS Berhasil Culik Maduro, Pakar China Ungkap Kelemahan Sistem Pertahanan Rusia di Venezuela
January 07, 2026 02:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah analis militer China menyebut sistem pertahanan Venezuela penuh kekurangan dan lambat merespons ketika mendapat serangan dari Amerika Serikat (AS).Selama ini, Venezuela mengandalkan sistem pertahanan udara buatan Rusia seperti S-300VM dan Buk-M2, serta radar JY-27A produksi China. Analis militer China Fu Qianshao mengakui adanya kekurangan dari sistem tersebut.Hal itu terlihat dalam serangan pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS yang memadukan serangan siber, pengintaian elektronik, dan manuver taktis.Menurut AS, lebih dari 150 pesawat tempur, pengebom, dan pengintai dikerahkan ke wilayah udara Venezuela.Pesawat-pesawat ini menciptakan jalur aman bagi helikopter serta menyerang radar dan baterai rudal secara sistematis.Fu menduga radar pertahanan udara Venezuela sengaja dimatikan karena terganggu (jammed)."Sistem S-300 secara teori seharusnya siaga tinggi, tetapi kemungkinan tidak menyala. Bahkan kalaupun menyala, mungkin tidak bisa mendeteksi helikopter yang terbang rendah," ungkap Fu, dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (7/1/2026).Helikopter AS hanya terbang sekitar 30 meter di atas laut, membuatnya sulit terdeteksi radar permukaan.Venezuela juga menggunakan radar JY-27A buatan China yang diklaim tahan gangguan dan portabel. Meski begitu, Fu mengatakan bahwa radar ini tidak terhubung langsung ke sistem penembak rudal dan mungkin kesulitan mendeteksi target di medan kompleks seperti Caracas.Li Wei, pakar anti-terorisme di Institut Hubungan Internasional Kontemporer China juga menyoroti lemahnya respons balik Venezuela. Ia menyebut perpecahan internal dan kegagalan intelijen sebagai penyebab utama."Kita belum melihat balasan efektif dari militer Venezuela. Saya pikir masalah internal, termasuk kegagalan intel dan kolusi, memainkan peran besar di sini." sambungnya.(Tribun-Video.com)Artikel ini telah tayang di South China Mornin Post dengan judul, Serangan di Venezuela dipandang sebagai pengingat bagi China untuk meningkatkan pertahanan udara dan kontra-intelijen.https://www.scmp.com/news/china/military/article/3338912/venezuela-attack-seen-reminder-china-boost-air-defence-counter-intelligenceProgram: Tribunnews UpdateHost: Agung Tri LaksonoEditor Video: Mellinia PranandariUploader: