TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Seiring berkembangnya beragam kuliner yang berbahan dasar daging, sentra penggilingan daging di Pasar Dupa turut mengeliat.
Aktifitas penggilingan daging pun laris manis yang tentu saja memberikan kemudahan untuk pengolahan daging.
Tribunpekanbaru.com melihat lebih dekat sentra penggilingan daging di Pasar Dupa di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026). Lokasinya persis di bagian depan gerbang masuk utama pasar tersebut.
Di lokasi tampak empat usaha penggilingan daging. Pada papan merk toko tertulis penggilingan daging bakso. Ya, umumnya memang layanan yang diberikan pada sentra penggilingan daging tersebut, untuk makanan bakso.
Namun, untuk jenis daging yang digiling ternyata juga berbagai macam. Tidak hanya daging sapi, namun juga ada daging ikan.
Arman salah satu pemilik usaha gilingan daging kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan bahwa saat ini usaha penggilingan daging lumayan bagus.
Kenyataan tersebut menurutnya seiring dengan makin banyaknya pelaku usaha kuliner dengan bahan dasar daging.
"Sekarang banyak yang buka usaha yang bahan bakunya daging. Sudah ada sekira 6 tempat penggilingan. Baik diluar maupun di dalam pasar. Penggilingan daging untuk bakso yang paling laris. Makanya penggilingan disini lebih spesifik untuk gilingan daging bakso saja," ujarnya.
Baca juga: Gelas Berisi Urine Bongkar Aksi Pria di Kampar, Nodai Anak Tiri Sejak SD hingga Kini SMP
Baca juga: ABK KM Makmur Jaya 89 Diduga Jatuh Ke Laut di Bengkalis Riau, Pencarian Masuk Hari Ketiga
Arman membeberkan, ia mulai membuka layanan penggilingan daging mulai pukul 05.00 WIB sampai nanti tutup sekira pukul 11.00 WIB.
" Biasanya pagi jam 05.00 WIB sudah ada pelanggan yang menunggu. Karena memang persiapan untuk dagangan mulai pagi," ujar Arman.
Terkait konsumen yang datang ke penggiliangannya pada umumnya meminta untuk menggiling daging dibikin bakso. Untuk daging ikan biasanya untuk dibuatkan Siomay.
"Untuk per kilo baik daging sapi maupun ikan biayanya Rp 25 ribu," ujar Arman.
Arman yang sudah buka usahanya sejak tahun 2017 ini mengaku sudah memiliki banyak pelanggan. Ada yang dari kulim, Marpoyan.
"Konsumen ini kan melihat layanan yang kita berikan. Soal rasa, kebersihan yang tentu kita perhatikan," ujarnya.
Soal kebersihan, Arman mengatakan mesin penggiling langsung dibersihkan jika sudah digunakan.
" Kalau sudah mau tutup, mesin dibersihnan dengan cara dicuci. Besok akan dipakai lagi," ungkapnya.
Terkait soal rasa, Arman mengaku sudah paham. Jadi ia tinggal menakar bumbu seperti bawang putih dan bumbu lainnya sesuai dengan porsi daging.
" Saya sudah tidak cicip lagi. Karena udah biasa dan tahu takarannya. Garamnya, penyedapnya. Semua harus pas agar rasanya juga enak," ungkap Arman.
Terkait dengan kepandaiannya itu, Arman mengatakan bahwa ia sempat belajar. Kemudian setelah punya pengalaman, ia buka usaha sendiri.
" Ya awalnya hanya bekerja dengan orang lain. Sudah dapat pengalaman kemudian saya buka sendiri," ujarnya.
Saat ini ia dibantu satu karyawan. Mulai dari menyiapkan mesin penggiling kemudian proses penggilingan.
Usaha penggilingan daging bakso menurut Arman memang punya harapan untuk perkonomian. Dulu saat ia buka tahun 2017 tidak seramai saat ini.
Namun, kini semakin banyak membuka usaha yang sama. Karena menurutnya, ada hasil yang diperoleh dari jasa pengilingan daging.
Satu hari menurut Arman ia bisa menghabiskan hingga dua karung tepung. Jika dirata-rata sampai 50 an kilo. Namun saat momen Idul Adha tentu makin banyak yang menggunakan jasa pengilingan daging.
" Ya, bisa sampai 75 an kilo tepung yang terpakai. Itu ada hari-harinya. Jika hari biasa penghasilan kotor bisa Rp 2,5 juta," ujar Arman
Hal senada juga disampaikan Yandi, pekerja di tempat usaha penggilingan daging bakso di Pasar Dupa.
Kepada Tribunpekanbaru.com, Yandi mengatakan untuk hari-hari biasa menghabiskan 40 an kilo tepung. Namun pada hari-hari tertentu seperti idul Adha banyak permintaan.
" Kan biasanya ada daging kurban. Jadi banyak yang minta diolahkan jadi daging bakso," ungkapnya.
Yandi mengatakan, pihaknya tidak hanya memberikan layanan penggilingan daging saja. Namun juga siap saji menjadi bakso.
Menurutnya itu bentuk service pada konsumen supaya tidak repot lagi mengolah daging yang digiling.
" Kita berikan layanan mulai dari menggiling sampai siap jadi bakso. Dan itu tentu memudahkan konsumen," ujarnya.
Layanan penggilingan daging menurut Yandi, mulai dibuka pukul 05.00 WIB dan biasanya tutup pukul 11.00 WIB.
Terkait dengan konsumen menurut Yandi datang dari berbagai wilayah di Pekanbaru. "Seputaran kota Pekanbaru yang datang menggiling daging. Salah satunya dari wilayah Kulim, "ungkap Yandi.
Yandi menambahkan, tempat penggiliangannya hanya melayani untuk daging sapi dan ikan saja yang selanjutnya dijadikan bakso.
Terkait dengan adanya layanan penggilingan daging di Pasar Dupa, Lina, salah seorang warga yang ditemui di lokasi pasar mengatakan sangat terbantu.
Menurutnya layanan penggilingan daging ini membuat pekerjaannya lebih praktis dan cepat. Apalagi ia memiliki usaha bakso.
"Pagi saya antar, nanti dijemput sebelum siang. Karena saya harus mempersiapkan dagangan, " ungkapnya.
Lina mengaku tak repot-repot lagi mengatur bumbu dan rasa dari daging bakso. Karena menurutnya, setelah digiling ia tinggal menyesuaikan memberikan seusia ukuran daging bakso yang akan dijual.
" Bumbunya pas, rasanya juga sudah enak. Jadi tinggal dibentuk di rumah. Itukah alasan saya mau menggiling daging di sini," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ihsan. Pria yang mengaku punya dagangan olahan daging ini memiliki meminta jasa penggilingan daging.
" Pastinya rasanya sudah dapat. Jadi saya gak repot lagi," ungkapnya.
Soal harga yang dipatok penyedia jasa gilingan daging, Ihsan mengaku sudah pantas. Karena menurutnya, sudah masuk tepung dan bumbu.
"Kan kita tinggal terima beres saja. Jadi sesuailah harganya," ungkap Ihsan.