TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga bahan rempah, yakni cabe rawit atau rica, di Kota Kotamobagu anjlok.
Pada pekan pertama 2026 di Kotamobagu, ditandai beberapa komoditi rempah yang mengalami perubahan harga.
Bukannya naik, seusai pergantian tahun, harga beberapa rempah justru mengalami penurunan.
Baca juga: Breaking News: Gubernur YSK Tegaskan PKB di Sulut Tidak Naik, Kepgub Keringanan Pajak Segera Berlaku
Seperti contohnya rica.
Tanaman pedas yang sering menjadi andalan pada hampir setiap menu masakan ini justru anjlok.
Seperti diungkapkan oleh seorang pedagang yang ada di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Nurdin.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, menurutnya, harga rica justru merosot di awal tahun 2026 ini.
“Sekarang rica harganya kurang 20 ribu rupiah per kilogram, ambil 17 ribu per kilogram,” katanya saat diwawancarai Tribunmanado di lapaknya, Rabu (7/1/2026).
Sebelum seperti sekarang, Nurdin menyebut harga rica 55 ribu per kilogram.
Baru sekitar tiga hari yang lalu kemudian mulai merosot, sampai di angka 20 ribu per kilogram.
Baginya hal ini menjadi sebuah anomali. Sebab, tidak pernah terjadi harga turun memasuki awal tahun baru.
“Aneh sekali. Baru kali ini begini, dari dulu setahu Saya tidak pernah harga turun awal tahun,” ucap Nurdin menambahkan.
Ia menduga kondisi ini berangkat dari pasokan atau stok yang masih melimpah.
Sementara pembeli justru malah sedikit yang datang.
“Lebih aneh lagi, harganya yang murah tapi datang sedikit, sepi pembeli,” tutur Nurdin dengan celemek di badan.
Sambil melayani pembeli yang datang, ia juga sempat mengatakan bahwa rempah lain seperti tomat lemon nipis dan jahe juga mengalami kondisi serupa.
Adapun harga tomat yang dijualnya sekarang ini di angka 5 ribu rupiah per kilogram yang sebelumnya 10 ribu rupiah per kilogram.
Untuk lemon nipis 12 ribu rupiah per kilogram yang sebelumnya dijual 30 ribu rupiah per kilogram. Sementara, jahe sekarang dijualnya 15 ribu rupiah per kilogram sebelumnya 30 ribu per kilogram.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini