Kisah Nelayan Manado Tak Melaut Sejak Tahun Lalu Lantaran Cuaca Buruk, Hidup dari Saling Meminjam
January 07, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Ombak pasang yang menerjang laut Manado membuat para nelayan menepi. 

Yang bisa mereka lakukan hanyalah menjaga perahu, sembari itu berdoa agar supaya cuaca secepatnya membaik. 

Ditemui tribunmanado.co.id di pesisir pantai MBW 2 di Kelurahan Malalayang, Kecamatan Malalayang, kota Manado, provinsi Sulut, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Ombak Hantam Dermaga Kalimas Manado, Pedagang Ngaku Jualan Sampai Hanyut ke Laut

Stenly seorang nelayan tengah menata perahunya. 

Pertama - tama ia memeriksa bagian belakang perahunya. 

Kemudian ia pindah ke bagian depan. 

Agak lama ia di sana, sebelum berpindah ke luar perahu. 

Kepada Tribunmanado, Stenly mengaku sudah sejak akhir tahun lalu tidak melaut.

"Akibat cuaca buruk, saya tak melaut," katanya. 

Stenly tak pernah berpikir cari pekerjaan lain.

Yang ia tahu hanya melaut. 

"Saya hanya tahu pekerjaan ini," kata dia.Stenly menanti cuaca cerah. Untuk itu ia giat menjaga perahunya. 

Setiap hari ia merawatnya. 

Jefri ketua kelompok nelayan mengatakan, sebagian besar anggotanya tidak punya keahlian lain selain melaut. 

"Mereka ini sejak kecil biasa di laut, tak bisa kerja lain," katanya. 

Untuk bertahan hidup, para anggota saling tolong menolong. 

Yang berkelebihan meminjamkan uang pada yang butuh. 

"Dengan itulah kami bisa bertahan," katanya. 

Ia berharap cuaca segera teduh hingga mereka bisa melaut lagi. 

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali melanda Kota Manado, Rabu (7/1/2025) pagi. 

Sebelumnya hujan sempat reda pada dini hari hingga awal pagi ini. 

Hujan lebat mulai mengguyur sekitar pukul 08.30 Wita. Khusus di area Jalan Pierre Tendean  (Boulevard), Wanea hingga Malalayang hujan cukup deras. 

Sekitar sejam, hujan mulai reda. Meskipun demikian, gerimis deras masih berlangsung. Di beberapa bagian kota, hujan berhenti. 

Kondisi ini diperkirakan berlangsung seharian. Pasalnya, langit Manado gelap  ditudungi awan penghujan. 

Terkait itu, BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca Sulawesi Utara 7-9 Januari 2026.

Sesuai edaran peringatan, sejumlah kabupaten kota di Sulawesi Utara hari ini hingga tiga hari ke depan berpotensi dilanda hujan. 

"Selain itu dapat disertai angin kencang," ujar Astrid Lasut, Kepala Bagian Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Samrat Manado. 

Masyarakat dapat memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari BMKG Sam Ratulangi Manado, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kelurahan di seluruh wilayah Sulawesi Utara. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.