Peluru Bersarang di Mata Balita, Pencarian Dokter Mata Jadi Misi Darurat
January 07, 2026 04:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM — Detik-detik mencekam terjadi bagi seorang balita bernama Asmi Anggraini (4) ketika peluru nyasar menembus matanya, akibat tawuran yang meletus di Medan Belawan.

Asmi kini terbaring lemas di RSUD Dr Pirngadi, sementara keluarganya berjuang mencari pertolongan medis dalam kondisi chaos di jalanan.

Kejadian bermula pada Senin malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Romanda Siregar (33), ibu Asmi, menumpang becak motor bersama anaknya untuk menjemput sang ayah, seorang nelayan, sekaligus menghadiri acara silaturahmi dan perayaan pergantian tahun.

Namun perjalanan yang seharusnya singkat itu berubah menjadi momen menegangkan.

Setibanya di depan kantor Pos Belawan, Jalan Medan-Belawan, mereka mendapati sekelompok orang tengah tawuran. Becak motor yang mereka tumpangi terpaksa berhenti.

"Awalnya kami hanya ingin menjemput bapaknya. Tiba-tiba ada perang di jalan, jadi kami menunggu di simpang Canang," ujar Romanda, dikutip TribunMedan, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: PDIP Gorontalo Tegas Menolak Ide Kepala Daerah Dipilih DPRD, Tegaskan Pilihan Tetap di Tangan Rakyat

Saat menunggu, Asmi tiba-tiba memegangi mata kanannya dan tampak kesakitan.

Darah mengucur deras ke bajunya. Romanda yang panik segera memeluk anaknya dan meminta tukang becak melaju ke RS Prima Husada Cipta Medan, namun akses jalan tertutup akibat tawuran.

Mereka pun beralih ke sebuah klinik terdekat, tapi pihak klinik menyatakan tidak bisa menangani luka yang berada di tempurung mata.

Romanda dan tukang becak kembali mencoba menuju RS Prima Husada Cipta, tetapi tawuran masih berlangsung di persimpangan jalan.

Tak ingin menunggu lebih lama, Romanda menggendong Asmi sendiri sambil menembus kerumunan jalanan menuju rumah sakit.

Sesampainya di sana, ia kembali kecewa karena dokter mata tidak bertugas hari itu.

Pihak rumah sakit menyarankan mereka mencari RS lain. Dengan perasaan cemas bercampur takut, Romanda akhirnya menumpang mobil menuju RSUD Dr Pirngadi Medan.

Di RSUD Dr Pirngadi, Asmi langsung menjalani pemeriksaan menyeluruh, termasuk CT Scan mata.

Hasil pemeriksaan menunjukkan peluru bersarang di mata kanannya, diduga berasal dari senapan angin.

Baca juga: DPRD Bicara Blak-blakan soal Pelantikan Pejabat Baru Pemprov Gorontalo

"Bingung mau bagaimana ini. Anak tidak rewel, tapi kadang dia kedip dan darah mengucur, sakit," ungkap Romanda.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi, Gibson Girsang, menjelaskan bahwa peluru telah teridentifikasi melalui rontgen, namun operasi pengangkatan belum bisa dilakukan karena ketiadaan dokter spesialis mata.

RSUSU memiliki dokter mata, tetapi ruangannya penuh, sementara di RSUP H Adam Malik, dokter mata sedang tidak ada.

"Kondisinya membaik, tapi keberadaan benda itu tentu mengganggu. Kami terus koordinasi dengan rumah sakit lain," tambah Gibson.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.