Alex Rusli Stop Dukungan Finansial Sriwijaya FC, Anggoro: Kami Patungan
January 07, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan yang pernah berjaya sebagai raksasa sepak bola nasional, kini berada di ambang kehancuran. Pengumuman resmi manajemen pada Rabu (7/1/2026) menjadi pukulan telak bagi pemain, pelatih, dan suporter setia Laskar Wong Kito.

Manajer tim Sriwijaya FC Fidesia Noor menyampaikan bahwa investor yang sebelumnya dijanjikan terpaksa menghentikan seluruh proses pendanaan akibat tekanan eksternal. Lebih mengejutkan lagi, Alexander Rusli, Komisaris Utama PT SOM sekaligus pemilik PT Digi Sport Asia, resmi menarik dukungan finansial per 31 Desember 2025.

Pengumuman resmi ini yang disampaikan Manajer Tim Sriwijaya FC Fidesia Noor sempat diposting oleh salah satu pentolan kelompok suporter militan dalam status whatsappnya.

"Usai sudah Sriwijaya FCku yang malang," tulisnya sembari menyertakan emoji tangis.

Dalam penjelasannya, antara lain menyebutkan untuk statu status pendanaan dan investor. Investor yang sebelumnya dijanjikan dan telah melalui proses komunikasi intensif terpaksa menghentikan seluruh proses pendanaan akibat adanya tekanan dari pihak eksternal.

Saat ini, manajemen Sriwijaya FC masih berupaya melakukan renegosiasi untuk mencari kemungkinan solusi, namun belum terdapat perkembangan yang signifikan. 

Kemudian keputusan pendanaan oleh PT Digi Sport Asia miliknya Alexander Rusli yang juga menjabat Komisaris Utama PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku manajemen pengelola Sriwijaya FC. 

Setelah melalui rangkaian negosiasi yang cukup panjang dan tidak menemukan titik temu, Alexander Rusli selaku pihak yang selama ini menopang pendanaan klub memutuskan untuk menghentikan dukungan finansial. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi objektif dan ketidakpastian yang terjadi. 

Beberapa pemain Sriwijaya FC yang enggan disebutkan namanya mengaku risau dengan kabar ini dan masih tetap berharap 'Badai Berlalu' dan Elang Andalas masih terselamatkan.

"Lagi bergejolak. Semoga saja masih ada harapan investor yang bisa menyelematkan Sriwijaya FC ini," ujarnya.

Direktur Kompetisi PT SOM Berman Limbong SH MH ketika dikonfirmasi mengaku meski belum tahu secara pasti, namun ia mengisyaratkan Komut PT SOM Alexander Rusli mengambil sikap seperti itu.

"Saya belum tahu pasti. Tapi sepertinya begitu," kata Limbong yang juga selaku kuasa hukum Sriwijaya FC. 

Sementara menanggapi pertanyaan kelanjutan tim Sriwijaya FC apakah masih akan terus bertanding menjalani sisa 13 pertandingan, Limbong menyebut hal ini berkaitan dengan Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta.

"Masalah WO atau terus tanding, yang tahu kondisinya Pak Anggoro selaku Direktur Olahraga SFC," kata Limbongseraya masih berharap ada investor yang berminat untuk mentakeover SFC dari putra Palembang.  

Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta kepada Sripoku.com membenarkan per tanggal 31 Desember 2025 sudah tidak didukung oleh Bos PT Digi Sport Asia lagi. 

"Iya per 31 Desember sudah tidak ada pendanaan dari Pak Alex/Digi. Sekarang kami patungan pake uang pribadi. Ya begitulah, tapi bisa dimaklumi. Danain klub ini sendirian siapa yang sanggup. Sponsor nol," kata Anggoro. 

Tim Sriwijaya FC sendiri dihadapkan laga ke-15 Pegadaian Championship 2025/26 yang bakal melawan Persekat Tegal di Stadion Trisanja, Sabtu (10/1/2026). 

Sama dengan beberapa laga sebelumnya, tim Sriwijaya FC masih senyap. Tidak ada latihan, tidak ada strategi, hanya keheningan yang menyelimuti tim yang dulu pernah berjaya sebagai raksasa sepak bola nasional.

Pelatih kepala Budi Sudarsono mengaku belum menerima instruksi apa pun terkait persiapan Sriwijaya FC menghadapi Persekat maupun rencana penambahan pemain di bursa transfer.

“Masih belum ada info,” ucapnya lirih, seolah menahan getir atas kondisi tim yang kian terpuruk.

Pantauan Sripoku.com, sampai sekarang Sriwijaya FC belum ada tanda-tanda persiapan latihan untuk melakoni laga away ini.

STARTER LAWAN PSPS - Starter Sriwijaya FC saat dikalahkan PSPS Pekanbaru skor 2-5 pada laga ke-14 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (4/1/2026).
STARTER LAWAN PSPS - Starter Sriwijaya FC saat dikalahkan PSPS Pekanbaru skor 2-5 pada laga ke-14 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (4/1/2026). (MO Sriwijaya FC)

Baca juga: Sumsel United Masih Kehilangan Izmy, Menanti Keajaiban Dicki di Laga Panas Kontra PSPS

Kapten tim Sriwijaya FC Ganjar Mukti Muhardiyana usai pertandingan lawan PSPS Pekanbaru mengisyaratkan lambaian tangan dengan klub ini. Dikabarkan pindah ke PSPS Pekanbaru, menyusul penggawa SFC sebelumnya Rendy Juliansyah, Vieri Donny Ariyanto.

Sementara pelatih kepala Sriwijaya FC Budi Sudarsono sejak pagi kemarin bertolak pulang ke Jakarta.

Belum adanya calon investor yang bakal mengakuisisi kepemilikan saham menghambat upaya kebangkitan Laskar Wong Kito.

Peluang untuk bangkit bursa transfer window akan dibuka 10 Januari - 6 Februari 2026. Sementara Sriwijaya FC hingga kini masih paceklik masalah finansial. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.