Menkeu Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi 2025 RI Sedikit Meleset dari Target
January 08, 2026 09:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa  pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 agak sedikit meleset dari prediksi awal. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,45 persen. 

Angka tersebut berada di bawah target yang sebelumnya ia sampaikan, yakni di kisaran 5,6 persen hingga 5,7 persen.

Namun kata Purbaya, angka iini tetap menunjukkan perbaikan dibandingkan capaian triwulan sebelumnya.

Proyeksi ini menandai penguatan kinerja ekonomi di penghujung tahun setelah pertumbuhan mengalami fluktuasi sepanjang 2025. 

Pada kuartal I-2025, ekonomi tumbuh 4,87 persen, meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II-2025, lalu kembali melambat ke 5,04 persen pada kuartal III-2025. 

Baca juga: Begini Persiapan Purbaya Perdana Ikut Retret Kabinet Merah Putih

"Di bawah janji saya, tapi lumayanlah masih lebih tinggi dari triwulan-triwulan sebelumnya," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Desember 2025 sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Defisit ini sedikit lebih tinggi dari 2024 yang mencapai 2,3 persen dari PDB.

"Defisit naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical. Saya buat defisit 0 juga bisa tapi ekonomi morat-marit," kata Purbaya.

“Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan dengan dampak ekonomi ke masyarakat lebih besar,”

“Tahun ini, kita asumsikan ekonomi 5,4 persen, kita coba tekan ke level lebih tinggi lagi," tegasnya.

Adapun, Purbaya menyampaikan keseimbangan primer juga tercatat defisit Rp180,7 triliun. 

Lebih lanjut, pendapatan negara mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen, dengan penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun, kepabeanan cukai Rp 300,3 juta dan PNBP Rp 534,1 triliun. 

Sementara itu, belanja mencapai Rp 2.602,3 triliun atau 96,3 persen dari perkiraan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.