TRIBUNNEWS.COM - Ada sebuah fakta menarik yang diungkap laman Opta menyoal bagan 8 besar Piala Afrika 2025.
Fakta menarik yang dimaksud ialah keberadaan peserta babak 8 besar Piala Afrika edisi kali ini yang sudah pernah menisbatkan diri sebagai juara Piala Afrika.
Tujuh dari delapan negara yang lolos ke perempat final diketahui sudah pernah mengangkat gelar Piala Afrika.
Sementara, ada satu negara yang sama sekali belum pernah merasakan kebanggaan menjadi jawara Piala Afrika.
Seperti diketahui, ajang Piala Afrika 2025 akan segera memasuki babak baru yakni 8 besar alias perempat final.
Pantai Gading menjadi negara terakhir yang lolos ke 8 besar.
Kepastian lolosnya Pantai Gading didapat usai menyingkirkan Burkina Faso dengan skor 3-0, Rabu (7/1) dinihari tadi.
Baca juga: Hasil 16 Besar Piala Afrika 2025: Mesir dan Nigeria ke 8 Besar, Salah dan Osimhen Ramaikan Top Skor
Pantai Gading menyusul kelolosan tujuh negara lain yang sudah terlebih dahulu melangkah ke babak 8 besar.
Mulai dari Mesir, Mali, Senegal, Kamerun, Aljazair, Nigeria, dan Maroko yang kebetulan berstatus tuan rumah.
Merujuk pada bagan fase gugur Piala Afrika 2025, Mali dan Senegal akan bertemu di laga pembuka perempat final.
Dijadwalkan, laga Mali vs Senegal akan berlangsung pada Jumat (9/1/2026) jam 23.00 WIB.
Setelahnya, tiga laga tak kalah seru akan tersaji, demi memperebutkan tiga tiket semifinal terakhir.
Antara lain duel yang mempertemukan Kamerun vs Maroko, Aljazair vs Nigeria dan Mesir vs Pantai Gading.
Siapapun tim yang memenangkan laga 8 besar, otomatis melaju di semifinal, untuk memperebutkan tiket final.
Pemenang laga Mali vs Senegal akan berhadapan dengan pemenang Mesir vs Pantai Gading di semifinal.
Lalu, pemenang pertandingan Kamerun vs Maroko akan berjumpa dengan pemenang Aljazair vs Nigeria di babak sama.
Jika menilik rekam sejarah yang dimiliki semua negara yang menjadi peserta babak 8 besar Piala Afrika edisi kali ini.
Hampir mayoritas negara diketahui sudah pernah merasakan kebanggaan mengangkat trofi Piala Afrika.
Sebut saja Maroko yang berstatus sebagai tuan rumah Piala Afrika 2025.
Negara yang diperkuat banyak pemain berkualitas seperti Achraf Hakimi hingga Brahim Diaz tersebut, diketahui sudah pernah menjadi juara Piala Afrika pada edisi 1976.
Alias jika dihitung, Maroko pertama dan terakhir kali memenangkan Piala Afrika pada edisi 50 tahun silam.
Kini, berbekal skuad mewah yang diisi generasi emasnya, Maroko yang bertindak sebagai tuan rumah punya kesempatan untuk menuntaskan penantian lamanya demi kembali membawa pulang gelar Piala Afrika.
Sama dengan Maroko, Senegal yang diperkuat Sadio Mane tercatat juga baru sekali juara, pada edisi 2021 silam.
Lalu, negara lain yang punya koleksi trofi Piala Afrika yang sedikit lebih banyak ialah Aljazair (2x) dan Nigeria (3x).
Aljazair diketahui pernah menisbatkan diri sebagai juara Piala Afrika pada edisi 1990 dan 2019.
Sementara, Nigeria tercatat sudah pernah mengangkat trofi Piala Afrika sebanyak 3x, yakni 1980, 1994 dan 2013.
Untuk dua negara lain yang menjadi penguasa utama Piala Afrika ialah Mesir (7x) dan Kamerun (5x).
Mesir mampu menjadi negara tersukses di Piala Afrika, setelah meraih gelar juara pada edisi 1957, 1959, 1986, 1998, 2006*, 2008, 2010.
Sedangkan, Kamerun pernah berjaya sebanyak lima kali, dengan menjadi jawara edisi 1984, 1988, 2000, 2002 dan 2017).
Barangkali, satu-satunya negara perempat finalis Piala Afrika 2025 yang belum pernah juara ialah Mali.
Tim tersebut diketahui belum pernah sekalipun mengakhiri turnamen Piala Afrika dengan status juara.
Satu-satunya pencapaian terbaik yang pernah diukir Mali ialah menjadi finalis alias runner-up pada edisi 1972.
Dengan status tersebut, Mali jelas layak merasa insecure lantaran dikepung tujuh negara yang semuanya sudah pernah merasakan gelar juara Piala Afrika pada masa jayanya masing-masing.
Setelah melewati hadangan Tunisia di 16 besar, kini Mali akan menghadapi ujian tak kalah berat melawan Senegal.
Sebagai satu-satunya perempat finalis yang belum pernah juara, mental pemain Mali jelas akan dipertaruhkan dalam laga tersebut.
Jika sampai tidak mampu mengondisikan tekanan melawan Senegal, peluang Mali lolos ke semifinal sangat tipis.
Jumat, 9 Januari 2026
Jam 23.00 WIB - Mali vs Senegal (A1)
Sabtu, 10 Januari 2026
Jam 02.00 WIB - Kamerun vs Maroko (A2)
Jam 23.00 WIB - Aljazair vs Nigeria (A3)
Minggu, 11 Januari 2026
Jam 02.00 WIB - Mesir vs Pantai Gading (A4)
Semifinal:
B1: Pemenang A1 vs Pemenang A4
B2: Pemenang A2 vs Pemenang A3
Final:
Pemenang B1 vs Pemenang B2
Senegal: 1 (2021)
Kamerun: 5 (1984, 1988, 2000, 2002, 2017)
Maroko: 1 (1976)
Aljazair: 2 (1990*,2019)
Nigeria: 3 (1980*, 1994, 2013)
Mesir: 7 (1957, 1959*, 1986*, 1998, 2006*, 2008, 2010)
Pantai Gading: 3 (1992, 2015, 2023*)
Mali: -
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)