TRIBUNJAMBI.COM -Paris Saint-Germain akan menghadapi rival abadi mereka, Marseille, dalam laga final Trophee des Champions yang digelar di Stadion Internasional Jaber Al-Ahmad, Kuwait, Jumat (9/1/2026) pukul 01.00 WIB.
Ini menjadi pertemuan pertama PSG dan Marseille di ajang Piala Super Prancis sejak tahun 2020.
PSG tampil di partai final sebagai juara Ligue 1 dan Coupe de France musim lalu.
Sementara itu, Marseille berhak tampil setelah finis sebagai runner-up Ligue 1 2024–2025.
PSG berpeluang meraih trofi kedua mereka pada musim ini.
Tim asuhan Luis Enrique datang dengan catatan lima laga tanpa kekalahan di semua kompetisi.
PSG membuka tahun 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Paris FC pada akhir pekan lalu.
Pengalaman PSG di ajang ini tergolong dominan.
Les Parisiens memenangi 11 dari 12 final Trophee des Champions yang pernah mereka ikuti.
Dalam tiga penampilan terakhir di ajang ini, PSG selalu menang tanpa kebobolan dengan agregat skor 7-0.
PSG juga memiliki catatan positif saat tampil di Asia.
Pada kesempatan terakhir bermain di kawasan tersebut, PSG menjuarai Piala Interkontinental usai mengalahkan Flamengo 2-1 lewat perpanjangan waktu di Qatar.
Dalam rekor pertemuan, PSG memenangi lima laga kandang beruntun melawan Marseille di semua ajang.
PSG juga menang 2-1 atas Marseille saat kedua tim terakhir kali bertemu di Trophee des Champions pada 2021.
Di kubu Marseille, awal tahun 2026 berjalan kurang ideal.
Les Olympiens kalah 0-2 dari Nantes dan tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Ligue 1, Lens.
Meski demikian, laga ini membuka peluang bagi Roberto De Zerbi untuk meraih trofi pertamanya sebagai pelatih Marseille.
Jika menang, Marseille akan menyamai catatan AS Monaco dengan empat gelar Trophee des Champions.
Final ini menjadi penampilan ketujuh Marseille di ajang tersebut.
Marseille memenangi dua dari tiga final Trophee des Champions yang mereka jalani pada abad ini.
Gelar terakhir mereka diraih pada 2011 usai menundukkan Lille dengan skor 5-4.
Marseille datang dengan modal positif dalam laga tandang.
Mereka mencatat dua kemenangan beruntun di laga tandang dengan total sembilan gol.
Marseille juga telah mencetak minimal tiga gol dalam tiga laga tandang kompetitif musim ini melawan sesama klub Prancis.
Termasuk di antaranya kemenangan telak 6-0 atas Bourg-Peronnas di Coupe de France bulan lalu.
Marseille memiliki peluang mencatat kemenangan beruntun atas PSG untuk pertama kalinya sejak 2011.
Pada pertemuan terakhir di Ligue 1 September lalu, Marseille menang 1-0 atas PSG di Stadion Velodrome.
Dari sisi tim, PSG dipastikan tidak diperkuat Achraf Hakimi yang masih membela Maroko di Piala Afrika.
Kiper Matvey Safonov juga absen akibat cedera tangan.
Lee Kang-in diragukan tampil karena mengalami masalah pada paha.
Desire Doue dan Ousmane Dembele mencetak gol saat PSG mengalahkan Paris FC.
Lucas Chevalier diperkirakan kembali mengawal gawang PSG.
Di kubu Marseille, Ruben Blanco diragukan tampil karena cedera lutut.
Amine Gouiri telah kembali ke skuad setelah pulih dari cedera panjang.
Pada pertemuan terakhir kedua tim, Marquinhos mencetak gol bunuh diri yang membantu Marseille meraih kemenangan.
PSG diprediksi menurunkan kombinasi pemain inti dengan Dembele dan Barcola di lini serang.
Marseille kemungkinan mengandalkan Pierre-Emerick Aubameyang sebagai ujung tombak.
Berdasarkan catatan performa dan pengalaman di laga ini, PSG lebih diunggulkan.
PSG diprediksi mampu mengamankan kemenangan dengan skor 2-0 atas Marseille.
Baca juga: Prediksi Skor Benfica vs Braga, Head-to-Head di Semifinal Taca da Liga