Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyebutkan Immigration Lounge yang berada di lantai enam PIK Avenue Mall akan mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.

"Kehadiran layanan keimigrasian di pusat perbelanjaan tersebut dinilai sebagai terobosan positif dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hendra di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Immigration Lounge menjadi solusi atas kebutuhan warga akan layanan keimigrasian yang mudah dijangkau, nyaman, dan efisien tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi reguler.

"Kami dari Pemerintah Kota Jakarta Utara sangat mengapresiasi dibukanya layanan ini,” kata dia.

Hendra mengatakan kehadiran Imigration Lounge sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang harus semakin dekat dengan masyarakat serta memanfaatkan ruang-ruang publik yang mudah diakses.

Keberadaan Immigration Lounge di kawasan strategis seperti PIK Avenue merupakan langkah cerdas dalam menjawab tingginya mobilitas masyarakat perkotaan. "Selain sebagai kawasan hunian dan bisnis, wilayah PIK juga berkembang menjadi destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Dia menambahkan layanan tersebut juga ramah bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta masyarakat dengan kebutuhan khusus lainnya.

"Immigration Lounge ini tentu sangat membantu, baik bagi warga Jakarta Utara maupun masyarakat di sekitarnya," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyampaikan Immigration Lounge PIK Avenue merupakan lounge keimigrasian ke-10 secara nasional dan menjadi yang pertama diresmikan pada tahun 2026.

"Kehadiran layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian agar lebih mudah diakses, cepat, dan tetap profesional," ucapnya.

Agus menegaskan Immigration Lounge PIK Avenue merupakan inovasi layanan dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara yang diselenggarakan sesuai dengan pedoman Direktorat Jenderal Imigrasi.

Saat ini, layanan tersebut didukung oleh lima booth pelayanan, yang terdiri atas empat booth wawancara dan biometrik paspor bagi Warga Negara Indonesia serta satu booth khusus pelayanan bagi Warga Negara Asing.

"Layanan ini nantinya dijalankan oleh 10 petugas dengan kuota layanan harian, meliputi 30 layanan percepatan paspor, 10 layanan prioritas bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan balita, serta 10 layanan bagi Warga Negara Asing," imbuhnya.

Agus berharap kualitas pelayanan keimigrasian di wilayah Jakarta Utara semakin meningkat dan mampu menjawab ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik yang modern, inklusif, serta berorientasi pada kepuasan warga.

"Pesan saya, berikanlah pelayanan yang optimal dan terbaik kepada siapa pun, karena pelayanan yang dilakukan dengan ikhlas dan sikap positif akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata dia.