Jakarta (ANTARA) - Warga di wilayah Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan kesulitan air bersih karena air PAM yang jarang mengalir dan kerap mengeluarkan bau tak sedap sejak adanya proyek galian jalan di wilayah tersebut.
Salah satu warga RT 003/RW 003 Jembatan Besi, Harijani (64), mengaku bahwa belakangan ini air PAM di rumahnya sering mati total dan hanya mengalir sesekali dengan debit yang sangat kecil.
“Air mati total itu bisa sampai hampir dua bulan, terus ketika keluar juga paling cuma satu atau dua ember. Kadang juga kalau keluar airnya keruh dan bau-bau air got,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis
Kondisi air PAM tersebut, kata dia, tidak layak untuk digunakan untuk kebutuhan memasak dan konsumsi, sehingga dia terpaksa membeli air setiap hari untuk kebutuhan memasak.
“Kalau keadaan airnya seperti itu enggak memungkinkan digunakan untuk masak, jadi saya beli air pikulan setiap hari buat masak. Sementara kalau untuk mandi atau cuci, saya ambil air dari musala,” kata Harijanti.
Menurutnya, kondisi ini terjadi disebabkan lantaran adanya pekerjaan galian di sekitar lingkungan rumahnya, yang membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Dari sejak ada galian air jadi sering mati, bahkan sempat sampai mati total hampir sebulan. Kalau keluar juga itu kecil banget, setetes-setetes. Kadang nyala, kadang mati lagi,” ujar dia.
Harijani pun berharap pihak PAM segera turun tangan memperbaiki distribusi dan kualitas air agar warga tidak terus kesulitan mendapatkan air bersih.
“Harapannya airnya diperhatikan, supaya lancar dan kualitasnya bagus. Jadi warga enggak susah,” katanya.







