TRIBUNJATENG.COM - Berikut cara mudah menerjemahkan (translate) bahasa atau tulisan ke aksara jawa.
Berbagai platform menyediakan translate bahasa atau tulisan ke Aksara Jawa.
Bagi Anda yang ingin mengetahui aksara jawa nama sendiri, orang tua atau kawan, bisa menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di mesin pencarian googl.
Ada aplikasi Bausastra Jawa yang tersedia di laman kongresaksarajawa.id . Atau juga bisa mengunduh di app store.
Dalam Aplikasi Bausastra Jawa bisa mengubah gambar menjadi aksara jawa.
Juga bisa tinggal mengetikkan kata yang ingin diubah ke aksara jawa. Selamat mencoba!
Baca juga: Kalender Jawa Besok 23 Desember 2025, Pasaran Selasa Wage
• 77 RW Tidak Cairkan BOP RW Sebesar Rp25 Juta di Semarang, Anggaran 2025 Tersisa Rp171,1 Juta
• 7 Cara Gampang Nonton Video Film Jepang Viral Tanpa VPN di Yandex Ru Browser Japan
• Alasan Polisi Tak Memproses Hukum Pramugari Gadungan Khairun Nisya, Gadis 23 Tahun Bebas
• Gara-gara Ini Khairun Nisya Pramugari Gadungan Terbongkar: Malu, Biar Keluarga Anggap Kerja
Pasangan
Aksara Jawa termasuk aksara yang memiliki kompleksitas dalam penggunaannya.
Salah satunya dapat dilihat dari adanya pasangan aksara Jawa yang tidak dapat dipisahkan dari aksara dasarnya.
Diketahui, Aksara Jawa memiliki 20 aksara, yaitu yaitu Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga.
Setiap aksara tersebut memiliki pasangan yang melekat dengannya.
Lantas apa yang dimaksud dengan pasangan Aksara Jawa itu?
Aksara Jawa Pasangan Aksara Jawa adalah simbol-simbol yang berguna untuk mematikan atau menghilangkan huruf vokal pada aksara dasar Hanacaraka.
Aksara Jawa pada dasarnya memiliki vokal berupa /a/.
Namun dalam penyusunan kalimat biasanya akan ditemui susunan kata yang mengharuskan agar huruf vokalnya dihilangkan.
Di sinilah peran pasangan Aksara Jawa, yaitu untuk menghilangkan atau mematikan huruf vokal pada aksara dasar.
Karena jumlah aksara ada 20, maka pasangan Aksara Jawa pun juga berjumlah 20. Artinya, masing-masing aksara memiliki pasangannya sendiri-sendiri.
Secara aturan, pasangan Aksara Jawa hanya boleh ditulis di tengah kata atau kalimat.
Pasangan tidak boleh ditulis di awal kata atau kalimat. Sebagai catatan, pasangan yang ditulis adalah pasangan aksara yang berada setelah aksara yang ingin dimatikan vokalnya.
Penulisannya dari kiri ke kanan. Selain itu, aksara pasangan ini ditulis di bawah aksara yang ingin dimatikan vokalnya.
]Berikut akan dijelaskan secara ringkas cara penggunaan pasangan Aksara Jawa: “Keraton Jogja” Penulisan “Keraton Jogja” tanpa menggunakan pasangan maka akan terbaca “Keratonajogja”.
Vokal aksara “na” harus dimatikan sehingga akan tertulis dan terbaca “keraton”. Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “ja” di bawah aksara “na”.
“Nulis Surat” Jika “Nulis Surat” ditulis tanpa pasangan, maka akan terbaca “Nulisasurat”.
Dalam hal ini, vokal aksara “sa” harus dimatikan agar terbaca “nulis”.
Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “su” (aksara “sa” ditambah sandangan “u”) di bawah aksara “sa”.
“Anak Sapi” Jika “Anak Sapi” ditulis tanpa pasangan maka akan terbaca “Anakasapi”.
Dalam hal ini, vokal aksara “ka” harus dimatikan agar terbaca “anak”. Cara mematikannya dengan menuliskan pasangan aksara “sa” di bawah aksara ka.
Seperti pada aksara dasar, pasangan Aksara Jawa juga bisa memperoleh semua sandhangan yang ada dalam aturan penulisan dalam aksara Jawa.(*)