Momen itu berlangsung setelah Nadiem menjalani sidang Nadiem Makarim terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 15.55 WIB, setelah menjalani sidang, Nadiem Makarim keluar dari ruang sidang mengenakan kemeja berwarna cokelat dibalut rompi merah khas tahanan Kejaksaan.
Ia berjalan menuju ke mobil tahanan dikawal beberapa petugas Kejaksaan.
Nadiem berjalan di tengah kerumunan orang yang berusaha menyapanya.
Namun, ada seseorang yang mengenakan jaket ojol berwarna hijau bertuliskan "Gojek" memanggil-manggil Nadiem Makarim dengan panggilan yang terdengar akrab.
"Nadiem.. Nadiem.. Dim," ucap pria dari kejauhan.
Mendengar hal itu, Nadiem Makarim merasa terpanggil dan seketika menoleh ke arah suara itu berasal.
Sesaat setelah melihat siapa sosok yang memanggil-manggil namanya tersebut, Nadiem menghentikan langkahnya.
Nadiem dan pria berambut cepak itu sontak berpelukan dengan erat sambil merekatkan kepala mereka.
Keduanya menangis, mimik wajah Nadiem sangat jelas menunjukkan perasaan sedih sekaligus terharu yang tengah dia rasakan.
Beberapa waktu kemudian, sambil menunjukkan gesture tangan namaste, Nadiem yang masih menangis bergegas masuk ke mobil tahanan warna hijau tua.
Saat ditemui tepat setelah momen haru itu berlangsung, pria yang berpelukan hingga membuat Nadiem menangis itu bernama Mulyono (58).
Ia merupakan seorang pengemudi ojol dari perusahaan yang pernah dipimpin Nadiem Makarim beberapa tahun silam.
Mulyono mengatakan, dia dan Nadiem sama-sama saling mengenal akrab sejak merintis Gojek bersama.
"Karena saya ini merintis dari awal di Gojek dengan beliau (Nadiem Makarim). Kebetulan kenal dengan Nadiem ini ketika dia datang ke pangkalan," ungkap Mulyono kepada Tribunnews.com, Kamis.
Menurutnya, gaya hidup Nadiem yang sederhana tak pernah berubah sejak awal dia mengenal mantan Mendikbudristek itu.
Ia mengaku sedih melihat Nadiem terjerat kasus hukum.
"Jadi saya itu punya histori tersendiri dengan Nadiem. Kita dulu merintis bareng-bareng, betapa susahnya dulu kita awal-awal Gojek di 2010. Makanya sedih saya kalau lihat Nadiem begini," katanya.
"(Nadiem) selalu ingat (Mulyono). Pastilah. Karena sampai saat ini saya juga masih di ojol. Dari 2010 saya kenal beliau. Orangnya sangat sederhana pola hidupnya, sampai saat ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Mulyono mengaku tak heran melihat Nadiem menangis saat bertemu dengannya.
"Dia setiap lihat saya pasti nangis. Karena ya 15 tahun lah saya kenal beliau yang menurut saya cukup akrab," ucap Mulyono.
"Dia menjadi menteri pun tidak pernah melupakan saya, biar kata hanya WhatsApp, japri menanyakan kabar, itu yang saya kenal dari beliau sampai saat ini," sambungnya.
Selanjutnya, Mulyono berharap Nadiem bisa bebas dari kasus hukum yang tengah menjeratnya.
Ia menilai, hal itu bukan hanya harapan dia seorang, tapi juga dari semua pengemudi ojek online.
"Harapan saya itu (Nadiem bebas). Mungkin harapan semua teman-teman ojol, karena kalau enggak ada Nadiem, mungkin enggak ada ojol," ucapnya.(*)