Tawuran Maut Pecah di Sukmajaya Depok, Remaja Tewas Tertusuk Celurit di Punggung Tembus ke Dada
Tribun January 09, 2026 01:35 AM

Aksi tawuran maut antar kelompok remaja kembali menelan korban jiwa. 

Seorang remaja tewas secara tragis setelah tertusuk senjata tajam dalam bentrokan berdarah yang terjadi di wilayah Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) dini hari.

Korban meregang nyawa setelah sabetan celurit menembus bagian punggung hingga dadanya.

Selain korban meninggal dunia, satu remaja lainnya mengalami luka-luka akibat sayatan senjata tajam.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengungkapkan, peristiwa maut itu terjadi setelah dua kelompok remaja sepakat untuk bentrok melalui media sosial.

“Satu orang korban meninggal dunia, satu orang korban luka-luka,” ujar Oka kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).

Hasil penyelidikan sementara polisi mengungkap fakta mencengangkan.

Tawuran tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan direncanakan melalui platform media sosial, dengan masing-masing kelompok sudah menyiapkan senjata tajam sebelum bentrok pecah.

“Kami sebut kelompok karena di sana jelas, antara kelompok ini dengan nama akun Instagram tertentu dan kelompok lain dengan nama akun Instagram yang berbeda,” ungkap Oka.

Ironisnya, mayoritas remaja yang terlibat dalam aksi kekerasan itu masih berusia di bawah umur.

Namun, mereka sudah berani membawa senjata berbahaya seperti celurit dan pedang ke lokasi tawuran.

Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.

Sebanyak tujuh remaja yang terlibat dalam tawuran berhasil diamankan, termasuk pelaku utama penusukan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, mulai dari celurit hingga pedang yang digunakan dalam bentrokan tersebut.

“Beberapa tersangka memang sempat kabur, tetapi sudah berhasil kami identifikasi dan amankan. Saat ini para pelaku diamankan di Polsek Sukmajaya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Oka.

Alarm Bahaya Tawuran Remaja

Tragedi di Sukmajaya kembali menjadi peringatan keras tentang maraknya tawuran remaja yang semakin brutal, terorganisir, dan dipicu oleh provokasi di media sosial.

Aparat kepolisian menegaskan akan menindak tegas pelaku kekerasan sekaligus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan tawuran.

Sementara itu, satu nyawa melayang, meninggalkan duka mendalam dan menjadi catatan kelam atas konflik jalanan yang melibatkan anak-anak di usia yang seharusnya masih berada di bangku sekolah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.